Logo Bloomberg Technoz

Ekonom Ramal Neraca Dagang Indonesia Turun Jadi US$1,43 Miliar

Sabrina Mulia Rhamadanty
01 June 2026 18:30

Kondisi neraca dagang Indonesia pada Februari 2026 (Bloomberg Technoz/Asfahan)
Kondisi neraca dagang Indonesia pada Februari 2026 (Bloomberg Technoz/Asfahan)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede memprediksi, surplus neraca dagang Indonesia pada April 2026 masih akan berlanjut, namun akan mengalami penyempitan cukup tajam apabila dibandingkan Maret 2026. 

“Proyeksi kami menunjukkan surplus neraca dagang April 2026 turun menjadi sekitar US$1,43 miliar dari US$3,32 miliar pada Maret,” ungkap Joshua saat dihubungi Senin (1/6/2026).

Joshua menambahkan arah neraca dagang kali ini bukan surplus yang makin besar, melainkan surplus yang tetap positif namun lebih tipis. Dengan faktor utamanya adalah impor yang kembali normal setelah libur Idul Fitri dan meningkatnya biaya impor minyak di tengah harga energi global yang masih tinggi. 


Adapun, dari sisi ekspor, Joshua memperkirakan akan terjadi perbaikan secara tahunan, tetapi belum terlalu kuat secara bulanan. 

“Ekspor April 2026 diperkirakan tumbuh 9,10% secara tahunan setelah Maret terkontraksi 3,10%. Namun, secara bulanan ekspor diperkirakan hanya naik 0,46%,” tambahnya.