Aksi Jual Saham Chip Berlanjut, Kekhawatiran AI Tekan Wall Street
News
18 July 2026 07:01

Rita Nazareth - Bloomberg News
Bloomberg, Gelombang aksi jual saham produsen chip semakin intensif, mendorong kelompok saham unggulan tersebut masuk ke wilayah bear market di tengah kekhawatiran bahwa gelombang belanja besar-besaran untuk kecerdasan buatan (AI) semakin sulit dibenarkan.
Kelompok raksasa semikonduktor itu membukukan kinerja mingguan terburuk sejak April 2025, dengan indeks utama industri tersebut anjlok 20% dari rekor tertingginya. Terobosan tak terduga dari startup AI asal China, Moonshot, mengguncang sektor ini, yang juga ikut terseret dalam pelemahan pasar saham secara lebih luas akibat meningkatnya ketegangan geopolitik. Indeks Nasdaq 100 turun 1,5%, sementara harga minyak melonjak setelah Amerika Serikat dan Iran kembali saling melancarkan serangan.
“Mereka yang berharap Jumat musim panas akan berlangsung tenang justru dikejutkan oleh perkembangan yang tidak menyenangkan,” kata Steve Sosnick dari Interactive Brokers. “Penyebab utamanya adalah kembali meningkatnya ketegangan di Teluk Persia yang mendorong harga minyak naik, sementara laporan mengenai model AI baru asal China yang murah membangkitkan kembali kekhawatiran ala DeepSeek terhadap prospek ekonomi industri tersebut.”
Permintaan yang tak kunjung surut terhadap segala hal yang berkaitan dengan AI sebelumnya telah mendorong saham-saham produsen chip mencatat kuartal terbaik sepanjang sejarah. Namun, volatilitas kembali muncul di tengah kekhawatiran atas meningkatnya persaingan, potensi kelebihan kapasitas produksi, serta apakah investasi besar-besaran di teknologi tersebut benar-benar akan menghasilkan keuntungan.





























