Ekonom Proyeksi Inflasi Melonjak, Surplus Dagang Menyempit
Mis Fransiska Dewi
02 June 2026 05:20

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ekonom memperkirakan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Mei 2026 akan mengalami inflasi di rentang 2,95%-3,05% secara tahunan (year-on-year/yoy), dengan titik tengah sekitar 2,99%.
Peneliti Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Badiul Hadi menyebut proyeksi inflasi Mei akan lebih tinggi dibanding inflasi April yang tercatat berada di level 2,42% (yoy).
"Pelemahan rupiah di kisaran Rp17.700-Rp17.900 per dolar AS memberikan tekanan terhadap harga domestik, terutama kenaikan biaya impor bahan baku, energi, dan logistik," ujar Badiul kepada Bloomberg Technoz, dikutip Selasa (2/6/2026).
Menurut dia, rekanan utama berasal dari kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi, tarif transportasi, serta beberapa komoditas pangan hortikultura.
Neraca Perdagangan


























