Logo Bloomberg Technoz

Pakar Virus Ungkap Alasan Wabah Ebola di Kongo Sulit Disetop

News
18 July 2026 14:30

Petugas kenakan APD sebelum mengubur pasien diduga meninggal akibat Ebola di Mubende, Uganda. (Luke Dray/Getty Images via Bloomberg)
Petugas kenakan APD sebelum mengubur pasien diduga meninggal akibat Ebola di Mubende, Uganda. (Luke Dray/Getty Images via Bloomberg)

Jason Gale - Bloomberg News

Bloomberg, Ahli Virologi, Corri Levine mengatakan VIrus Ebola dari varian Bungdibugyo sebenarnya memiliki kemampuan replikasi yang lebih lambat dari varian Zaire yang memicu epidemi besar di Afrika Barat satu dekade lalu. Namun, kata dia, hal ini juga menjadi alasan kenapa wabah Ebola varian Bungdibugyo saat ini sulit dihentikan di Kongo.

Beberapa dokter menyebut wabah varian Bungdibugyo di Kongo saat ini dengan istilah “Ebola yang berjalan”. Orang yang terpapar varian ini akan mengalami gejala yang memburuk namun secara perlahan. Hal ini membuat orang-orang positif Ebola masih bisa beraktivitas dan melakukan penularan terus menerus.


Corri Levine telah mendedikasikan penelitian doktoralnya pada varian Bundibugyo bertahun-tahun sebelum virus tersebut memicu wabah Ebola dengan laju penyebaran tercepat dalam sejarah di Kongo. Dia mempelajari virus tersebut di laboratorium biokandungan di University of Texas Medical Branch.

“Ebola yang ‘berjalan’” adalah “momen ‘aha’ bagi saya,” kata Levine. “Jika virus itu berkembang biak lebih lambat di dalam tubuh seseorang, Anda mungkin mulai mengalami beberapa gejala, tetapi tidak cukup parah hingga membuat Anda merasa sangat tidak enak badan sehingga tidak bisa bergerak. Ini adalah perjalanan penyakit yang lebih panjang dan berkepanjangan.”