"Inflasi pada kelompok ini terutama terjadi pada kelompok emas dan perhiasan," tutur Pudji.
Sebelumnya, konsensus Bloomberg yang melibatkan 14 analis/ekonom hingga Senin (1/6/2026) pagi menghasilkan median proyeksi inflasi Mei sebesar 2,94% secara tahunan (yoy).
Menurut analisis tim riset Bloomberg Technoz, laju inflasi Indonesia pada Mei diperkirakan mengalami akselerasi. Sepertinya dampak perang di Timur Tengah makin terasa di perekonomian global, tidak terkecuali Indonesia.
Harga pangan sepertinya menjadi pendongkrak inflasi. Mengutip laporan Organisasi Pangan Dunia (FAO), indeks harga pangan dunia pada April berada di 130,7. Naik 2,1 poin dari bulan sebelumnya.
Indeks ini pun resmi naik tiga bulan beruntun. Catatan April menjadi yang tertinggi sejak Februari 2023 atau lebih dari tiga tahun terakhir.
“Meski ada krisis di Selat Hormuz, harga serealia hanya naik secara moderat hingga sejauh ini. Namun harga minyak nabati yang mengalami kenaikan lebih tinggi, mengikuti kenaikan harga minyak mentah,” sebut Kepala Ekonom FAO Maximo Torero dalam keterangan tertulis.
Sementara Bloomberg News melaporkan harga beras di Asia pada Mei mengalami kenaikan bulanan tertinggi dalam hampir 20 tahun terakhir. Beras putih Thailand, yang menjadi acuan, meroket 20% bulan lalu, kenaikan bulanan tertinggi sejak 2008.
Kenaikan harga beras tidak lepas dari lonjakan harga pupuk akibat penutupan Selat Hormuz. Para petani di Asia harus membayar biaya produksi yang lebih tinggi.
Sejak perang di Timur Tengah meletus pada akhir Februari lalu, harga pupuk nitrogen naik 40-50%, menurut catatan International Rice Research Institute.
(lav)































