Logo Bloomberg Technoz

Pancasila bukan sekadar dokumen sejarah. Pancasila juga tidak boleh sekadar slogan yang kita ucapkan dalam setiap upacara. Pancasila adalah pedoman untuk mengatur kehidupan berbangsa, kehidupan bermasyarakat, kehidupan bernegara, termasuk bagaimana kita membangun sistem ekonomi nasional kita.

Salah satu tantangan besar bangsa Indonesia hari ini adalah memastikan bahwa pembangunan ekonomi kita benar-benar berjalan sesuai dengan nilai-nilai pancasila. Mari lah kita selalu jujur pada diri kita sendiri, kita harus mengakui kelemahan dan kesulitan yang kita hadapi.

Selama beberapa dasawarsa terakhir, ekonomi Indonesia memang tumbuh, tapi apakah pertumbuhan itu sudah merata? Sudah dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia secara adil? Mari lah kita jujur melihat kenyataan yang kita hadapi sekarang.

Kita memiliki sumber daya  alam yang luar biasa. Kita sudah mengerti kekayaan kita luar biasa. Kita adalah salah satu produsen terbesar komoditas-komoditas penting yang dibutuhkan dunia modern, yang dibutuhkan oleh teknologi tinggi. Kita salah satu produsen terbesar mineral-mineral penting, tembaga, timah, emas, logam tanah jarang, kita produsen kelapa sawit, batu bara, nikel, komoditas-komoditas pertanian lainnya yang sangat penting, dan sekarang kita sudah swasembada pangan.

Di mana banyak negara menghadapi kesulitan, kita sudah lebih siap. Namun, kita harus mengakui bahwa terlalu lama kekayaan kita tidak sepenuhnya bisa dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat, terlalu lama sebagian nilai tambah atau sumber daya kita dinikmati di  luar negeri. Terlalu lama rakyat kita hanya menjadi penonton di atas kekayaan bangsanya sendiri. karena itu saya berkeyakinan tugas sejarah kita saat ini, tugas sejarah saya sebagai preisden RI ke-8, sebagai mandataris rakyat, yang disumpah dihadapan rakyat, adalah untuk melakukan transformasi bangsa, terutama transformasi ekonomi nasional kita. transformasi dari ekonomi yang belum sepenuhnya berlandaskan pancasila menuju ekonomi yang sungguh-sungguh berdasarkan pancasila.

Apa artinya? Pertama, ekonomi yang religius, ekonomi yang berkemanusiaan, ekonomi yang memperkuat persatuan nasional. Kita percaya bahwa kekayaan alam bukan sekadar komoditas ekonomi, kekayaan alam adalah amanah Tuhan YME yang harus dikelola secara bertanggungjawab untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat dan juga untuk anak dan cucu kita, untuk masa depan, untuk generasi-generasi yang akan datang.

Pembangunan ekonomi tidak boleh hanya menghasilkan angka-angka statistik, pembangunan ekonomi harus menghasilkan kehidupan yang lebih baik bagi seluruh rakyat Indonesia. anak-anak kita, anak-anak saudara yang paling lemah, paling miskin, paling tidak berdaya harus memperoleh gizi yang cukup.  Petani kita harus memperoleh pupuk yang tepat waktu dan harga yang benar. Nelayan kita harus memperoleh akses pasar yang adil dan harus dibantu, harus diberdayakan. Para nelayan kita adalah produsen protein yang sangat penting agar rakyat kita bisa menjadi rakyat yang kuat.

Pekerja-pekerja kita harus memperoleh kesempatan penghidupan dan penghasilan yang layak. Nasib pekerja kita harus dilindungi, harus dibantu. Ketiga, ekonomi kita harus berpihak kepada kepentingan nasional dan kepentingan rakyat. Ekonomi kita tidak boleh hanya menguntungkan segelintir orang saja. Sudah terlalu lama harga kekayaan alam kita ditentukan oleh pihak lain, ditentukan di negara lain. sudah terlalu lama sebagian keuntungan SDA mengalir ke luar negeri dan tidak tinggal di Ibu Pertiwi. Karena itu pemerintah menentukan ekspor sumber daya alam satu pintu.

Kita juga harus melakukan investasi besar berbasis industrialisasi berdasarkan hilirisasi. Kita harus memperkuat devisa hasil ekspor dan memastikan bahwa kekayaan Indonesia memberikan manfaat sebesar-sebeasrnya kepada seluruh rakyat Indonesia. keempat, ekonomi pancasila adalah ekonomi yang egaliter, ekonomi yang kerakyatan, ekonomi kita berdasarkan rancang bangun, cetak biru yang dibuat oleh pendiri-pendiri bangsa kita. oleh Bung Karno, Bung Hatta, Bung Sjahrir, oleh semua pendiri bangsa kita, tertuang sangat jelas dalam Pasal 33 UUD 1945. Di mana sangat jelas diamanatkan bahwa perekonomian Indonesia disusun sebagai usaha bersama, berdasarkan asas kekeluargaan.

Karena itu, koperasi harus diperkuat. Koperasi harus bangkit. Koperasi adalah salah satu alat untuk mengangkat rakyat kita dari keadaan kemiskinan dan ketidakberdayaan. Usaha kecil dan menengah harus kita perkuat dan desa harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Karena itu rakyat itu harus menjadi pelaku utama dari pembangunan, bukan sekadara objek pembangunan, apalagi hanya menjadi alat pembangunan. Kelima, ekonomi kita adalah ekonomi yang berkeadilan sosial. Ini lah tujuan dari seluruh perjuangan kita. pertumbuhan ekonomi harus disertai pemerataan, kemajuan harus dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia.

Atas dasar itu lah pemerintah melakukan berbagai langkah transformasi. Kita tidak hanya mau bicara pembangunan. Kita sekarang punya cita-cita yang lebih berani. Kita sedang dan akan menjalankan terus strategi transformasi bangsa. Strategi kita sejatinya adalah transformasi menjadi haluan yang sejalan dengan Pancasila. Kita memperkuat hilirisasi SDA, kita membangun ketahanan pangan nasional, kita memperkuat koperasi dan ekonomi desa. Kita terus memberi makan bergizi gratis untuk membangun generasi Indonesia yang sehat, unggul, dan cerdas. Kita memperkuat pendidikan, kesehatan, dan pembangunan SDM. Kita memperbaiki tata kelola agar kekayaan negara tidak terus bocor dan tidak terus mengalir ke luar negeri.

Suatu transformasi, suatu perubahan yang besar tidak mudah. kita akan menghadapi rintangan. Kita akan menghadapi tantangan. Mungkin juga kita akan menghadapi perlawan dari kelompok-kelompok yang suka dengan korupsi, suka dengan penyelundupan, suka dengan tindakan-tindakan ekonomi yang ilegal.

Kita mungkin menghadapi perlawan dari mereka-mereka yang tidak cinta Tanah Air, bahkan berusaha terus untuk memperlemah NKRI. Tapi bangsa yang besar harus berani, kita harus berani ambil keputusan yang benar walaupun sulit. Kita harus berani membela rakyat kita. kita tidak boleh mewariskan kemudahan jangka pendek, tapi mengorbankan masa depan anak-anak dan cucu-cucu kita. 

tidak ada negara yang merdeka tanpa kemakmuran. Kita tidak mau jadi bangsa yang tergantung oleh bangsa lain, karena sesungguhnya tidak ada bangsa lain yang kasihan sama kita, kalau kita kesulitan, rakyat kita lapar, rakyat kita dalam kesulitan, tidak akan ada bangsa lain, kekuatan lain yang akan kasihan atau membantu kita.

Sebagaimana pendiri bangsa kita, proklamator kita, Bung Karno pernah menganjurkan pada kita, kita harus berani berdiri di atas kaki kita sendiri, itu adalah intisari dari negara yang berdaulta.

Pancasila telah mempersatukan bangsa Indonesia selama 81 tahun. banyak pihak, banyak negara yang mengatakan Indonesia tidak bisa utuh, Indonesia tidak bisa bertahan. Karena terlalu banyak perbedaan, suku bangsa, bahasa daerah, terlalu banyak adat berbeda. Tapi kita buktikan hari ini, kita masih menjadi bangsa yang utuh, bangsa yang bersatu.

Saya yakin ketika kita menjalankan Pancasila secara sungguh-sungguh di bidang politik, di bidang hukum, di bidang sosial, di bidang budaya, dan terutama di bidang ekonomi, saya yakin Indonesia tidak akan hanya menjadi negara maju dan makmur, Indonesia akan menjadi bangsa yang dihormati oleh bangsa-bangsa lain karena rakyatnya sejahtera. Bangsa yang kuat karena persatuan, bangsa yang makmur karena keadilannya, bangsa yang besar karena kemanusiaannya, bangsa yang mampu menjadi kekuatan bagi perdamaian dunia, bangsa yang tidak minta-minta bantuan, bangsa yang mampu membantu bangsa-bangsa lain.

Mari kita jaga Pancasila, mari kita amalkan Pancasila, mari kita wujudkan Indonesia yang adil, makmur, berdaulat, dan bermartabat.

(lav)

No more pages