Logo Bloomberg Technoz

Prabowo Yakin RI Produksi Bensin dari Tanaman 4 Tahun Lagi

Azura Yumna Ramadani Purnama
12 July 2026 20:00

Presiden Prabowo Hadiri Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026, Jakarta (Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo Hadiri Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026, Jakarta (Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto optimistis Indonesia bisa mengembangkan bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin dari tanaman dalam jangka waktu 3 hingga 4 tahun mendatang. Optimisme tersebut muncul, usai pemerintah resmi memandatorikan campuran biodiesel sebesar 50% dengan solar atau B50.

Prabowo menyatakan program B50 membuktikan Indonesia dapat meningkatkan nilai tambah minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO). Dia menyebut, mandatori B50 juga mebuat Indonesia menyetop impor solar.

Oleh sebab itu, dia mengungkapkan saat ini terdapat penelitian yang dilakukan untuk mengembangkan bensin dari tanaman. Di sisi lain, Indonesia juga sedang bersiap memandatorikan campuran bioetanol ke dalam bensin.


“Jadi saya harap dalam 3-4 tahun lagi kita nanti juga bisa menghasilkan bensin dari tanaman! Berarti petani singkong akan hidup makmur, petani jagung akan hidup makmur, petani-petani di seluruh Indonesia akan berbuat yang terbaik untuk bangsa dan untuk keluarganya sendiri saudara-saudara sekalian,” kata Prabowo dalam Peringatan Hari Koperasi ke-79, Minggu (12/7/2026).

Prabowo sebelumnya meresmikan mandatori pencampuran fatty acid methyl esther (FAME) 50% dengan BBM jenis diesel atau dikenal dengan biodiesel B50, pada Kamis (9/7/2026) di Rest Area KM 57, Karawang, Jawa Barat.