Logo Bloomberg Technoz

Wabah yang disebabkan oleh strain Bundibugyo, varian langka dari virus Ebola, telah dilaporkan di lebih dari selusin zona kesehatan di tiga provinsi Kongo.

Uganda telah mencatat sembilan kasus, termasuk satu kematian. Doctors Without Borders (Médecins Sans Frontières/MSF) menyatakan epidemi tersebut mungkin menyebar lebih cepat daripada kemampuan tim respons untuk menilai situasi secara menyeluruh, dengan ratusan sampel masih menunggu pengujian.

"Kenyataannya saat ini adalah tidak seorang pun mengetahui skala dan tingkat keparahan sebenarnya dari wabah ini," kata Alan Gonzalez, Wakil Direktur Operasi MSF, dalam sebuah pernyataan pada Sabtu.

"Belum pernah sebelumnya wabah Ebola mencatat begitu banyak kasus dalam waktu sesingkat ini setelah diumumkan."

Jumlah kasus suspek turun menjadi 349 pada Kamis dari puncaknya sebanyak 1.077 kasus yang dilaporkan pada Selasa, setelah investigasi dan pengujian laboratorium mengonfirmasi sebagian infeksi dan menyingkirkan kasus lainnya, menurut data Kementerian Kesehatan.

Otoritas telah melakukan lebih dari 900 tes Ebola dan meningkatkan kapasitas laboratorium untuk memproses 200 hingga 300 sampel per hari, kata Kamba.

Langkah tersebut membantu para penyelidik memperjelas skala wabah setelah berminggu-minggu ketidakpastian mengenai seberapa luas virus telah menyebar.

Sampel Pengujian

Meski demikian, kasus suspek baru masih dilaporkan setiap hari dan "ratusan sampel masih belum diuji," kata Gonzalez.

Dari 84 kasus baru yang terkonfirmasi pada akhir pekan lalu, lima di antaranya merupakan tenaga kesehatan di Bunia, sehingga memunculkan kekhawatiran bahwa pengendalian infeksi di fasilitas kesehatan masih belum memadai.

Kongo memperoleh dukungan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) untuk melanjutkan penggunaan terapi antibodi eksperimental dalam uji klinis fase 2, kata Kamba, tanpa menyebutkan jenis terapi yang dimaksud.

Menurutnya, terapi tersebut telah menunjukkan hasil menjanjikan dalam penelitian pada hewan dan uji awal pada manusia, dengan dosis pertama diperkirakan segera tiba untuk evaluasi lebih lanjut.

Pekan lalu, para ahli independen yang memberi masukan kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan agar tiga kandidat terapi diprioritaskan untuk dievaluasi dalam uji klinis terhadap pasien Bundibugyo yang terkonfirmasi, yaitu antibodi monoklonal MBP134 dan Maftivimab, serta obat antivirus remdesivir milik Gilead Sciences Inc.

Meski belum ada vaksin maupun pengobatan yang disetujui untuk strain Bundibugyo, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mendorong masyarakat yang terdampak untuk segera mencari perawatan medis.

"Ebola yang disebabkan oleh virus Bundibugyo dapat disembuhkan dengan perawatan medis yang baik," katanya kepada wartawan pada Sabtu di Bunia, ibu kota Provinsi Ituri di timur laut Kongo. "Beberapa orang di Ituri sudah berhasil pulih."

Tedros juga mendesak negara-negara yang telah memberlakukan pembatasan perjalanan untuk mempertimbangkan kembali kebijakan tersebut.

Menurutnya, langkah itu dapat menghambat upaya penanggulangan wabah dan mengurangi transparansi.

Penutupan perbatasan dan bandara juga membatasi respons yang sebenarnya sudah tidak memadai.

"Kami tahu dari pengalaman bahwa langkah-langkah ini sangat menghambat respons terhadap wabah dan mengisolasi negara-negara yang sangat membutuhkan dukungan internasional," kata Gonzalez.

"Jumlah organisasi medis ahli yang merespons di lapangan masih sangat terbatas, dan tingkat dukungan yang diberikan, termasuk dari kami sendiri, masih jauh dari kebutuhan yang ada."

(bbn)

No more pages