Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Rp17.856/US$, ESDM Pastikan Harga Pertalite Tetap Ditahan

Azura Yumna Ramadani Purnama
29 May 2026 16:30

Petugas mengisi BBM jenis Pertalite di SPBU Pertamina Rest Area Tol Tangerang-Jakarta KM 14, Senin (1/4/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Petugas mengisi BBM jenis Pertalite di SPBU Pertamina Rest Area Tol Tangerang-Jakarta KM 14, Senin (1/4/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan masih menahan harga bahan bakar minyak (BBM) Pertalite dan Solar, meski nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mencatatkan rekor terlemahnya di sekitar Rp17.850/US$ pada pagi tadi.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengungkapkan harga BBM bersubsidi dipastikan tetap ditahan, meski terdapat fluktuasi nilai tukar maupun harga minyak mentah global. Dia juga mengklaim produk bersubsidi tersebut dalam stok yang aman.

“Jadi untuk kenaikan harga BBM yang untuk subsidi, ini kan sudah disampaikan [tidak mengalami penyesuaian]. Ini menurut perhitungan kita kan ada produksi dalam negeri yang kita dorong itu peningkatan, kilang di dalam negeri pun itu juga kita juga sudah siapkan,” kata Yuliot kepada awak media di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (29/5/2026).


Yuliot menambahkan bahwa cadangan operasional Pertalite dan Solar berada di atas standar minimal. Akan tetapi, dia tak mengungkapkan posisi stok dua jenis bahan bakar bersubsidi tersebut.

“Tadi ada beberapa, misalnya untuk Pertalite itu jauh di atas cadangan minimal, dan juga untuk Solar CN48 itu juga di atas cadangan minimal,” kata Yuliot.