Kritik untuk Sekolah Soal Video Perkenalkan Diri MPLS di Medsos
Dinda Decembria
14 July 2026 13:30

Bloomberg Technoz, Jakarta - Praktik yang diduga mewajibkan siswa sekolah menengah pertama (SMP) memperkenalkan diri melalui akun media sosial pribadi saat Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) menuai kritik.
Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) Ubaid Matraji menilai kebijakan tersebut keliru karena berpotensi membahayakan privasi dan keamanan digital anak.
"Praktik mewajibkan siswa SMP memperkenalkan diri lewat akun media sosial pribadi adalah keliru dan berbahaya. Anak tidak boleh dipaksa membuka identitas dirinya ke ruang publik digital hanya atas nama MPLS, kreativitas, atau pengenalan lingkungan sekolah," kata Ubaid kepada Bloomberg Technoz, Selasa (14/7).
Menurut dia, begitu video atau foto anak diunggah ke media sosial, sekolah tidak lagi dapat mengendalikan penyebaran konten tersebut.
"Sekali video atau foto anak diunggah, sekolah tidak bisa lagi mengontrol penyebaran, komentar, tangkapan layar, pelecehan, perundungan digital, bahkan potensi doxing," ujarnya.

































