Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Offshore Hampir Rp17.900/US$, Mengapa Paling Liar di Asia?

Tim Riset Bloomberg Technoz
28 May 2026 07:20

Karyawan merapihkan uang rupiah dan dolas AS di salah satu bank di Jakarta, Senin (1/12/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan uang rupiah dan dolas AS di salah satu bank di Jakarta, Senin (1/12/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pergerakan rupiah di luar negeri semakin liar, hampir menyentuh Rp17.900/US$ dalam sesi perdagangan tadi malam waktu Indonesia, kala pasar domestik libur memperingati Idul Adha. 

Melansir data Bloomberg, rupiah sempat menyentuh Rp17.892/US$ pada sesi perdagangan di luar negeri, pada 23.59 WIB. Namun, berhasil ditutup di level Rp17.886/US$, melemah 0,25%. 

Hari ini (28/5/2026), rupiah di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) dibuka stagnan, lalu bergerak sedikit menguat 0,22% ke posisi Rp17.846/US$ pada 06.02 WIB. 

Pergerakan nilai kontrak rupiah di luar negeri, hampir menembus Rp17.900/US$ tadi malam. (Bloomberg)

Mata uang kawasan Asia di pasar yang sudah buka cenderung beragam, meski pergerakannya belum terlalu terlihat. Yuan offshore menguat terbatas 0,03%, disusul yen Jepang 0,01%. Sebaliknya, dolar Singapura melemah tipis 0,01% pada 06.06 WIB. 

Tak lama berselang, pergerakan mata uang Asia berubah dan berbalik arah pada 06.50 WIB. Yen Jepang sedikit melemah 0,02%, dan dolar Singapura menyusut 0,02%.