BOK juga menaikkan proyeksi inflasi tahun ini menjadi 2,7% dari sebelumnya 2,2% pada proyeksi Februari, mencerminkan kenaikan biaya energi setelah perang Iran memicu penutupan Selat Hormuz. Bank sentral juga menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2026 menjadi 2,6% dari sebelumnya 2%.
Para ekonom sebelumnya memang memperkirakan kenaikan signifikan pada kedua proyeksi tersebut, dan angka terbaru ini diperkirakan semakin memicu spekulasi mengenai kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.
Won Korea Selatan relatif tidak banyak berubah setelah keputusan dan pernyataan tersebut diumumkan, dengan pelemahan sekitar 0,4 persen terhadap dolar AS sepanjang hari. Imbal hasil obligasi pemerintah tenor tiga tahun naik enam basis poin menjadi 3,76 persen setelah muncul kabar adanya dua anggota dewan yang berbeda pendapat.
Rapat tersebut menjadi keputusan kebijakan pertama yang dipimpin Gubernur Shin Hyun Song, sekaligus pertama kalinya melibatkan anggota dewan baru Kim Jinill, mantan ekonom Federal Reserve (The Fed) yang dipandang pasar memiliki pandangan lebih hawkish dibanding pendahulunya, Shin Sung Hwan.
“Inflasi tampaknya masih memiliki ruang untuk naik, sehingga kemungkinan Bank of Korea mengambil tindakan pada Juli terlihat cukup tinggi,” kata ahli strategi pendapatan tetap Shinyoung Securities, Cho Yong-gu. Menurutnya, keberadaan dua anggota yang menolak keputusan tersebut akan membuat pelaku pasar segera mulai memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga pada Juli.
Dot plot yang menunjukkan proyeksi suku bunga dalam enam bulan mendatang juga memperlihatkan pergeseran hawkish yang jelas, dengan dua anggota memperkirakan suku bunga berada di level 3,25 persen dalam skenario risiko. Sebagian besar proyeksi berkumpul di sekitar level 3 persen, yang mengindikasikan kemungkinan dua kali kenaikan suku bunga dalam enam bulan ke depan.
Gubernur Shin dijadwalkan memberikan keterangan kepada wartawan pada Kamis (28/5) dan diperkirakan akan menjelaskan lebih lanjut pandangan kebijakan dewan, termasuk penilaian terhadap kekuatan industri semikonduktor dan pasar perumahan domestik.
Ekonomi Korsel pulih lebih kuat dari perkiraan dalam beberapa bulan terakhir seiring melonjaknya permintaan global terkait kecerdasan buatan (AI) yang mendorong ekspor dan investasi sektor semikonduktor. Produk domestik bruto (PDB) tumbuh 1,7 persen pada kuartal pertama dibanding tiga bulan sebelumnya, menjadi laju tercepat sejak pemulihan awal pascapandemi lima tahun lalu.
Ekspor cip melonjak lebih dari 200 persen dalam 20 hari pertama Mei dibanding periode yang sama tahun lalu, menopang pemulihan ekonomi Korea meski tensi geopolitik masih tinggi. Kenaikan tersebut juga mulai meluas dampaknya ke sektor ekonomi yang lebih luas.
Samsung Electronics Co baru-baru ini menyetujui skema bonus pekerja yang dikaitkan dengan laba operasional, sementara SK Hynix Inc telah lebih dulu menerapkan program serupa berbasis pembagian keuntungan.
Dalam laporan awal pekan ini, ekonom Bloomberg Economics Hyosung Kwon mengatakan model kompensasi seperti itu dapat semakin menyalurkan keuntungan sektor chip ke pasar perumahan, saham, dan pertumbuhan upah yang lebih luas, yang berpotensi menambah risiko inflasi dan stabilitas keuangan bagi BOK.
Di sisi lain, tekanan inflasi juga meningkat. Harga konsumen naik 2,6 persen pada April dibanding tahun sebelumnya, sementara kenaikan harga minyak dan pelemahan won mendorong lonjakan biaya impor di ekonomi yang sangat bergantung pada energi tersebut.
Risiko terkait sektor perumahan juga masih tinggi. Pertumbuhan harga apartemen di Seoul mulai kembali meningkat, sementara pinjaman rumah tangga tumbuh lebih cepat pada kuartal pertama meski regulasi kredit telah diperketat.
Panduan terbaru dari bank sentral menunjukkan faktor-faktor tersebut mendorong dewan menuju arah kenaikan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang.
(bbn)





























