Harga Emas Turun Usai Serangan AS-Iran Picu Spekulasi Suku Bunga
News
13 July 2026 08:00

Wendy Wells - Bloomberg News
Bloomberg, Harga emas melemah setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran saling melancarkan serangan pada akhir pekan, yang mendorong kenaikan harga energi sekaligus memicu kembali spekulasi bahwa suku bunga akan kembali dinaikkan untuk meredam inflasi.
Harga emas batangan (bullion) sempat turun hingga 1,2% ke bawah US$4.070 per ons pada Senin (13/7), setelah merosot 1,4% sepanjang pekan lalu. Ketidakpastian juga menyelimuti status jalur pelayaran energi di Selat Hormuz. AS membantah pernyataan Iran yang sebelumnya menyebut jalur tersebut ditutup "hingga pemberitahuan lebih lanjut", sementara Komando Pusat AS (US Central Command/CENTCOM) menyatakan pasukannya melancarkan serangan guna memastikan kebebasan navigasi.
Bagi pelaku pasar emas, meningkatnya konflik di Timur Tengah memunculkan kekhawatiran bahwa Federal Reserve (The Fed) harus mempertahankan suku bunga tetap tinggi lebih lama untuk mengendalikan inflasi yang masih membandel. Risalah rapat The Fed pada Juni yang dirilis pekan lalu menunjukkan beberapa pejabat sempat mempertimbangkan kenaikan suku bunga, meski pada akhirnya sepakat mempertahankan suku bunga tetap.
Secara umum, risalah tersebut juga mencerminkan meningkatnya kekhawatiran pejabat bank sentral AS terhadap inflasi, di saat kekhawatiran terhadap pasar tenaga kerja mulai sedikit mereda. Suku bunga yang lebih tinggi biasanya menjadi sentimen negatif bagi emas karena logam mulia tersebut tidak memberikan imbal hasil.































