IHSG Diproyeksi Sideways, Inflasi AS hingga S&P Jadi Sentimen
Cahya Puteri Abdi Rabbi
13 July 2026 08:25

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi bergerak konsolidasi hingga sideways pada pekan ini. Investor akan mencermati rilis inflasi Amerika Serikat (AS), perkembangan konflik AS-Iran, serta penantian tinjauan peringkat kredit Indonesia oleh S&P.
Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda mengatakan, IHSG menguat 0,83% secara mingguan ke level 5.924, ditopang rebound teknikal dan membaiknya sentimen domestik. Namun, penguatan masih terbatas seiring jual bersih asing Rp1,68 triliun di pasar reguler dan pelemahan rupiah mendekati Rp18.100 per dolar AS.
“Momentum mulai membaik, namun penembusan level 6.000 masih diperlukan untuk mengonfirmasi penguatan lanjutan,” kata Reza dalam risetnya pada Senin (13/7/2026).
Pasar pekan ini akan mencermati inflasi AS periode Juni. Inflasi utama diperkirakan melandai menjadi 3,9% secara tahunan dari 4,2%, sementara inflasi inti diproyeksi bertahan 2,9%.
“Inflasi yang lebih tinggi dari ekspektasi berpotensi memperkuat narasi higher for longer dan menekan rupiah, sedangkan data yang lebih rendah dapat membuka peluang risk-on,” ujarnya.





























