Logo Bloomberg Technoz

Gelombang Panas Diperkirakan Sebabkan 2.700 Kematian di Inggris

News
13 July 2026 08:10

Warga menyejukkan diri di Parc Andre Citroen selama gelombang panas di Paris, Prancis, Selasa (1/7/2025). (Anita Pouchard Serra/Bloomberg)
Warga menyejukkan diri di Parc Andre Citroen selama gelombang panas di Paris, Prancis, Selasa (1/7/2025). (Anita Pouchard Serra/Bloomberg)

Laura Millan dan Joe Wertz - Bloomberg News

Bloomberg, Gelombang panas ekstrem yang melanda sepanjang musim panas ini diperkirakan telah menyebabkan lebih dari 2.700 kematian di Inggris dan Wales.

Angka tersebut merujuk pada estimasi yang diterbitkan pada hari Senin (13/7) oleh para peneliti dari Imperial College London, Met Office Inggris, serta London School of Hygiene and Tropical Medicine. Para peneliti menjelaskan bahwa perubahan iklim telah mendorong suhu udara naik 3 hingga 4 derajat Celsius lebih tinggi dari kondisi normal. Jika dianalisis secara terpisah, efek pemanasan global ini bertanggung jawab atas lebih dari 40 persen dari total kematian yang tercatat.


“Gelombang panas adalah jenis cuaca ekstrem yang paling berbahaya,” kata Clair Barnes, peneliti cuaca ekstrem dan perubahan iklim di Imperial College London. “Paparan panas ekstrem yang kita rasakan saat ini akibat perubahan iklim yang dipicu oleh aktivitas manusia sangatlah berbahaya bagi kesehatan.”

Dalam studi ini, para peneliti memadukan data historis mengenai korelasi antara suhu panas dan angka kematian dengan data suhu terkini untuk mengestimasi jumlah korban jiwa selama gelombang panas terbaru. Mereka kemudian membuat permodelan mengenai berapa banyak kematian yang akan terjadi jika bumi berada dalam kondisi lebih sejuk tanpa adanya pemanasan global. Metode pendekatan ini tercatat pernah menghasilkan estimasi yang serupa dengan data resmi milik Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) pada peristiwa panas ekstrem sebelumnya.