Logo Bloomberg Technoz

Kalender Ekonomi: Inflasi AS, PDB China, hingga ULN Indonesia

Redaksi
13 July 2026 07:45

Donald Trump dan Kevin Warsh. dok: Al Drago/Bloomberg
Donald Trump dan Kevin Warsh. dok: Al Drago/Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta - Agenda ekonomi global pekan depan akan diwarnai oleh sejumlah agenda penting yang berpotensi menggerakkan pasar keuangan. Sorotan utama tertuju pada rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) edisi Juni yang akan menjadi petunjuk terbaru arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Selain itu, pasar juga akan mencermati Beige Book The Fed, data penjualan ritel, produksi industri, hingga indeks kepercayaan konsumen AS sebagai gambaran kekuatan ekonomi terbesar di dunia.

Sementara, di sisi kebijakan moneter, perhatian investor akan tertuju pada rangkaian kesaksian Ketua The Fed Kevin Warsh di hadapan Kongres selama dua hari berturut-turut, serta pertemuan Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde dengan Warsh dan Menteri Keuangan AS Scott Bessent di Washington.


Sejumlah pejabat bank sentral utama, termasuk Gubernur Bank of England (BoE) Andrew Bailey, Wakil Ketua The Fed Michelle Bowman, Gubernur The Fed Lisa Cook, dan sejumlah pembuat kebijakan lainnya juga dijadwalkan menyampaikan pandangan mengenai prospek ekonomi dan stabilitas sistem keuangan.

Dari kawasan Asia, perhatian akan tertuju pada serangkaian data ekonomi utama, terutama produk domestik bruto (PDB) China kuartal II-2026 yang diperkirakan melambat menjadi 4,4% secara tahunan atau berada di bawah batas bawah target pertumbuhan pemerintah akibat lemahnya permintaan domestik. Selain itu, pasar akan mencermati data perdagangan China, PDB Singapura, inflasi India dan Malaysia, hingga utang luar negeri Indonesia.