Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Jatuh Nyaris 30% dalam 10 Tahun, Apa Kabar Mata Uang Lain?

Redaksi
26 May 2026 13:17

Ilustrasi Rupiah terhadap Dolar AS (Diolah)
Ilustrasi Rupiah terhadap Dolar AS (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Di tengah dominasi dolar Amerika Serikat (AS), hampir semua mata uang Asia seperti rupee India, ringgit Malaysia, dolar Vietnam, dan peso Filipina, memang bergerak melemah. Hanya dolar Singapura yang tampaknya lebih stabil. 

Namun jika melihat data, maka terlihat pelemahan rupiah cenderung lebih dalam, dan rentan terhadap guncangan eksternal. Rupiah merupakan mata uang paling sensitif di kawasan. 

Melansir data dari Bloomberg pada Selasa (26/52026), dalam 10 tahun terakhir, rupiah bergerak dari Rp13.788/US$ pada akhir 2025, ke posisi Rp17.783/US$ pada sesi perdagangan hari ini, pukul 10:30 WIB. Sehingga, selama satu dekade, mata uang Nusantara terdepresiasi 28,98%, hampir 30%.  


Sementara, meski rupee India memang bergerak searah dengan rupiah, dan terlihat lebih terkendali, tetapi pelemahannya tercatat paling besar yakni 44,13%. Dari INR 66.153/US$ pada akhir 2015 menjadi INR 95.347/US$ pada hari ini. 

Pergerakan mata uang ASEAN sepanjang masa. (Bloomberg)

Lebih lanjut, peso Filipina tercatat berada di level PHP 47.170/US$ pada akhir Desember 2015, lalu bergerak menjadi PHP 61.565/US$ pada hari ini. Dengan begitu, pelemahan peso adalah 30,52%.