Mayapada Hospital Jadi Pelopor ERASĀ® untuk Operasi Lutut

Bloomberg Technoz, Jakarta - Mayapada Hospital kembali mencatatkan inovasi di sektor layanan kesehatan melalui penerapan protokol Enhanced Recovery After Surgery atau ERAS® pada prosedur Robotic Total Knee Replacement (TKR) di Mayapada Hospital Surabaya (MHSB). Langkah ini menjadikan MHSB sebagai rumah sakit pertama di Indonesia yang menerapkan standar perawatan komprehensif berbasis ERAS® untuk prosedur Robotic TKR.
Pencapaian tersebut sekaligus membawa Mayapada Hospital Surabaya resmi bergabung dalam ERAS® Society, organisasi internasional yang menjadi rujukan global dalam pengembangan standar pemulihan pascaoperasi berbasis bukti ilmiah.
Pengakuan itu diumumkan dalam ERAS® Congress di Singapura pada 13 Mei 2026 yang dihadiri delegasi dari lebih dari 10 negara. Forum tersebut menjadi ajang kolaborasi global dalam pengembangan standar layanan bedah modern yang lebih aman dan berpusat pada pasien.
Program ERAS® dikenal sebagai pendekatan multidisiplin yang dirancang untuk mengurangi stres akibat operasi, mempercepat proses pemulihan, serta meningkatkan kualitas hasil klinis pasien secara menyeluruh.
Implementasi ERAS® kini menjadi salah satu standar penting dalam transformasi layanan bedah modern di berbagai rumah sakit berstandar internasional di Eropa, Amerika Serikat, Australia, hingga Asia.
Chief Medical Officer Mayapada Healthcare dr. Dini Handayani mengatakan keberhasilan operasi penggantian lutut modern tidak hanya diukur dari teknologi yang digunakan, tetapi juga dari kualitas pemulihan pasien pascaoperasi.
“Mayapada Healthcare percaya bahwa keberhasilan operasi penggantian lutut saat ini tidak hanya diukur dari ketahanan implan atau kecanggihan teknologi, tetapi dari kemampuan menghadirkan pemulihan pasien yang lebih optimal, sehingga pasien dapat kembali beraktivitas lebih cepat dengan hasil klinis yang lebih konsisten dan tingkat kepuasan yang lebih baik,” ujar dr. Dini.
Menurutnya, prosedur TKR di Mayapada Hospital dibangun di atas tiga pilar utama, yakni operasi presisi berbasis teknologi robotik, implementasi protokol ERAS®, dan kolaborasi aktif tim multidisiplin.
Dalam implementasinya di Mayapada Hospital Surabaya, prosedur tersebut didukung teknologi VELYS™ Robotic Assisted Solution yang membantu meningkatkan presisi dan akurasi tindakan medis.
Pendekatan ERAS® juga terus diperkuat secara bertahap di jaringan Mayapada Hospital Jakarta Selatan dan Mayapada Hospital Kuningan sebagai bagian dari pengembangan layanan terintegrasi berbasis kebutuhan pasien.
Dokter Dini menegaskan bahwa teknologi berfungsi sebagai alat pendukung bagi dokter untuk meningkatkan akurasi tindakan medis.
“Teknologi membantu meningkatkan presisi, namun tetap harus didukung oleh penilaian klinis dan keahlian dokter yang tepat,” ujar dr. Dini.
Pemulihan Lebih Cepat dan Risiko Komplikasi Menurun
Hingga saat ini, implementasi robotic TKR di Mayapada Hospital Surabaya menunjukkan hasil signifikan dalam meningkatkan presisi operasi. Jumlah implant misalignment tercatat jauh lebih rendah dibandingkan prosedur konvensional.
Kombinasi teknologi robotic surgery dan protokol ERAS® juga memberikan hasil klinis yang lebih baik bagi pasien. Beberapa manfaat yang dirasakan antara lain masa rawat inap lebih singkat, pemulihan lebih cepat, hingga nyeri pascaoperasi yang lebih rendah.
Implementasi robotic TKR dan ERAS® di MHSB dipimpin oleh Prof. Dr. dr. Dwikora Novembri Utomo bersama tim multidisiplin yang terdiri dari dokter ortopedi, dokter anestesi, rehabilitasi medik, perawat, hingga tim manajemen nyeri.
Teknologi VELYS™ Robotic Assisted Solution dari J&J MedTech menjadi pendukung utama dalam prosedur tersebut. Teknologi ini memungkinkan tindakan yang lebih akurat sekaligus membantu menurunkan risiko revisi operasi hingga lebih dari 30 persen.
Prof. Dwikora mengatakan integrasi robotic assisted surgery dan ERAS® memberikan dampak nyata terhadap kualitas pemulihan pasien.
“Dengan pendekatan robotic-assisted surgery dan ERAS®, pasien dapat lebih cepat bergerak, nyeri pascaoperasi lebih minimal, dan kembali menjalankan aktivitas sehari-hari lebih cepat dibandingkan metode konvensional. Yang paling penting, pendekatan ini membantu kami menghadirkan hasil yang lebih konsisten untuk pasien,” ujar Prof. Dwikora.
Ia menjelaskan bahwa implementasi program tersebut menghasilkan dampak klinis yang signifikan dan terukur bagi pasien yang menjalani operasi penggantian lutut.
“Implementasi program ini menghasilkan hasil perawatan yang lebih optimal dengan dampak klinis yang signifikan dan terukur. Rata-rata lama rawat inap pun berkurang dari sekitar lima hari menjadi hanya 2 hari, sementara waktu pemulihan meningkat hampir 50% sehingga pasien dapat lebih cepat kembali bergerak dan menjalani aktivitas sehari-hari. Angka komplikasi juga menurun hingga 60%. Selama masa evaluasi, tidak ditemukan komplikasi utama seperti penggumpalan darah di kaki (Deep Vein Thrombosis/DVT), pneumonia, maupun kondisi pasien yang harus kembali menjalani perawatan di rumah sakit setelah operasi (readmission),” jelasnya.
Founder ERAS® Society Prof. Olle Ljungqvist turut menyampaikan optimismenya terhadap pengembangan standar layanan bedah modern melalui implementasi ERAS® di berbagai negara.
“Together, we can take surgery to where it should be,” (“Bersama-sama, kita dapat membawa layanan bedah ke standar yang seharusnya,”) ujar Prof. Olle.
ERAS® Society sendiri merupakan organisasi internasional yang fokus pada pengembangan standar layanan bedah berbasis bukti ilmiah atau evidence based surgery care.
Keanggotaan dalam ERAS® Society menunjukkan bahwa rumah sakit telah menjadi bagian dari ekosistem global yang berkomitmen terhadap peningkatan kualitas layanan secara berkelanjutan.
Peningkatan tersebut dilakukan melalui pengukuran hasil klinis berbasis data, kolaborasi multidisiplin, serta penerapan standar internasional yang berfokus pada keselamatan dan pemulihan jangka panjang pasien.
Mayapada Healthcare saat ini mengoperasikan tujuh rumah sakit dengan lebih dari 1.200 tempat tidur dan didukung lebih dari 1.500 tenaga medis profesional.
Jaringan rumah sakit tersebut meliputi Mayapada Hospital Tangerang, Jakarta Selatan, Bogor, Kuningan, Surabaya, Bandung, dan Nusantara dengan berbagai layanan unggulan berbasis Center of Excellence.
Melalui implementasi ERAS® untuk Robotic TKR, Mayapada Hospital menegaskan komitmennya dalam menghadirkan layanan kesehatan modern berstandar internasional yang berfokus pada kualitas pemulihan dan keselamatan pasien.






























