Negara-negara mitra utama Indonesia dalam implementasi LCT adalah China, Jepang, dan Malaysia. Masing-masing kontribusinya yakni 89%; 6% dan 3%.
BI juga mencatatkan, jumlah pelaku LCT terus meningkat mencapai 5.265 pelaku per bulan pada 2026. Hal itu menunjukkan dampak positif LCT secara nyata kepada pelaku usaha. Tercatat terjadi tren peningkatan dari tahun ke tahun.
Pada 2021 angkanya mencapai 497 pelaku per bulan, 2022 menjadi 1.741 pelaku per bulan, 2023 sebanyak 2.602 pelaku per bulan, dan 5.020 pelaku per bulan, yang terus melonjak pada sepanjang 2025 sebanyak 9.720 pelaku per bulan.
Ruth menuturkan, kenaikan volume transaksi LCT serta peningkatan jumlah pelaku LCT mencerminkan semakin luasnya diversifikasi penggunaan mata uang dalam transaksi ekonomi dan keuangan internasional.
Langkah tersebut juga bertujuan mengurangi dampak gejolak global, terutama di tengah tren penguatan dolar AS terhadap transaksi perdagangan dan keuangan antarnegara.
“Bukan berarti kita menghindari dolar AS, karena kita tahu transaksi global masih dominan menggunakan dolar AS. Tetapi untuk negara-negara yang memang memiliki volume transaksi besar dan bisa langsung menggunakan mata uang domestik, kenapa harus lewat dolar dulu?” tuturnya.
Bank sentral memastikan bakal terus melakukan upaya penguatan LCT. Harapannya transaksi LCT bisa terus meningkat sehingga penggunaan dolar AS bisa diminimalisasi dan berdampak positif bagi rupiah.
BI menilai skema LCT mampu meningkatkan efisiensi biaya transaksi karena pelaku usaha tidak perlu lagi menggunakan dolar AS sebagai mata uang perantara dalam perdagangan bilateral. Selain itu, LCT juga dinilai mendorong diversifikasi eksposur mata uang, memperdalam pasar keuangan regional, serta memperluas akses partisipasi pelaku pasar di kawasan.
“LCT ini menurut kami merupakan salah satu inisiatif yang perlu terus dikembangkan, apalagi sejak Presiden AS menerapkan Liberation Day. Jadi sudah saatnya kita memperkuat kerja sama bilateral melalui skema LCT,” ujar dia.
Menurut Ruth, berbagai negara kini mulai mempercepat kerja sama bilateral penggunaan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan dan investasi melalui bank ACCD. Indonesia disebut menjadi salah satu negara yang cukup agresif mendorong implementasi LCT, serta mulai mendapat pengakuan dari negara-negara mitra.
Implementasi LCT Indonesia diketahui dimulai sejak 2018. Mulanya kerja sama dilakukan bersama Malaysia dan Thailand, yang kemudian berkembang ke Jepang, China, dan Korea Selatan, serta UAE. Implementasi LCT akan segera dilakukan dengan Singapura, India, dan Arab Saudi.
(mfd/ell)





























