“Bea cukai kita harus diperbaiki Menteri Keuangan, kalau pimpinan bea cukai tidak mampu segera diganti, “ kata presiden.
Perlu diketahui, informasi Djaka menerima suap diungkap saat Jaksa KPK meminta keterangan Kepala Seksi Intelijen Kepabeanan I Direktorat Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea Cukai, Orlando Hamonangan Sianipar sebagai saksi dalam persidangan di PN Tipikor Jakarta, Rabu (20/05/2026).
Dalam sidang, jaksa menjelasan sosok penerima amplop coklat berkode 1-DIR yang diserahkan kepada Orlando oleh John Field dan seorang wanita bernama Sri Pangastuti, Agustus 2025. Orlando mengklaim tak mengetahui siapa sosok yang akan menerima amplop berisi uang SG$213.600 tersebut.
"Izin majelis [hakim], kami tegaskan yang nomor 1 adalah Dirjen Bea Cukai [Djaka Budhi Utama]. Nilainya Sin$213.600. Itu kami yang tegaskan. Karena kami yang punya bukti ini," ujar Jaksa KPK Takdir Suhan dikutip, Kamis (21/05/2026).
Meski tak mengetahui identitas penerima amplop berkode 1-DIR, Orlando mengakui bahwa suap PT Blueray Cargo kepada pejabat Bea Cukai terjadi sebanyak enam kali yang berlangsung dalam kurun Juli 2025 hingga Januari 2026.
(dov/frg)





























