Fitch juga menyoroti meningkatnya ketidakpastian kebijakan dan tensi geopolitik sebagai faktor yang dapat menekan lingkungan operasional perbankan. Meski begitu, dalam jangka pendek kondisi ini dinilai belum akan mengganggu profil kredit bank-bank besar.
“Ketidakpastian kebijakan dan tensi geopolitik menimbulkan risiko penurunan, namun belum diperkirakan mengganggu profil kredit dalam waktu dekat,” lanjut laporan tersebut.
Di sisi kinerja, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang relatif stabil di kisaran 5% diperkirakan masih mampu menopang ekspansi kredit perbankan pada 2026, dengan proyeksi pertumbuhan kredit sekitar 8%–9%.
Namun, profitabilitas bank berpotensi menghadapi tekanan dari peningkatan pencadangan kredit. Namun, risiko kerugian kredit besar dinilai tetap terbatas karena tingkat pencadangan yang memadai.
Ke depan, Fitch mengungkap adanya kemungkinan penurunan peringkat apabila lingkungan operasional memburuk, baik akibat tensi geopolitik yang berkepanjangan maupun peningkatan penyaluran kredit berbasis kebijakan yang berisiko terhadap kualitas aset.
(cpa/naw)































