Kepindahan Piala Dunia ke Paris menimbulkan pertanyaan terhadap strategi pemerintah. Pada bulan Maret, Brian Ward, CEO Savvy Games Group—anak perusahaan PIF—mengatakan bahwa perang tersebut dapat memengaruhi rencana Riyadh untuk mengembangkan infrastruktur video game di kawasan tersebut, setidaknya dalam jangka pendek.
“Jelas hal ini tidak menguntungkan bagi kawasan tersebut karena eskalasi ini, dan kemungkinan besar hal ini akan mengubah atau meredupkan citra kawasan tersebut sebagai tempat yang stabil dan tenang yang menjadi tujuan wisata,” kata Ward dalam wawancara dengan Bloomberg di Game Developers Conference.
Namun, menurut dia, di masa depan kawasan tersebut akan tetap berkembang menjadi pusat industri video game.
Pemilihan Paris menegaskan daya tarik Prancis yang terus berlanjut sebagai tuan rumah kompetisi global besar dan mencerminkan hubungan yang semakin erat antara Arab Saudi dan Prancis, kata pemerintah Prancis dalam sebuah pernyataan. Paris juga menjadi tuan rumah Olimpiade 2024 dan Piala Dunia Rugby 2023.
(bbn)
































