“Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 19–20 Mei 2026 memutuskan untuk menaikkan BI Rate sebesar 50 bps menjadi 5,25%, suku bunga Deposit Facility sebesar 50 bps menjadi 4,25%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 50 bps menjadi 6%,” ungkap Perry dalam jumpa pers usai RDG.
Konsensus pasar yang dihimpun Bloomberg dengan melibatkan 41 ekonom/analis menghasilkan median proyeksi BI Rate naik 25 bps menjadi 5%.
Setelah BI mengumumkan kenaikan suku bunga acuan, IHSG cenderung semakin melemah. Kenaikan suku bunga acuan dirasa berpotensi menyebabkan biaya dana (cost–of–fund) perbankan naik.
Akibatnya, biaya ekspansi korporasi sejumlah perusahaan akan bertambah dan bisa menggerus laba. Terlebih lagi terhadap emiten–emiten yang sensitif terhadap suku bunga acuan berisiko mengalami derating.
Panin Sekuritas dalam catatannya menyebut, keputusan BI searah namun melebihi proyeksi sebelumnya di mana BI Rate naik 25 bps menjadi 5,25%.
“Kami menilai tekanan yield differential yang kian menipis menjadi katalis utama untuk menaikkan BI Rate, ditujukan untuk menjaga nilai tukar rupiah yang terus tertekan sejak awal tahun,” papar Panin.
“Kami melihat ini merupakan sinyal signifikan perubahan sikap pro-growth BI menjadi pro-stability.”
(fad/wep)




























