Logo Bloomberg Technoz

Dia juga menyampaikan blok Corridor sudah berproduksi penuh dengan posisi perseroan sudah menggenggam 70% hak partisipasi atau participating interest (PI)) blok tersebut.

WK Luar Negeri

Sementara itu, di luar negeri, Iwan menyatakan WK Bualuang tahap I di Thailand dijadwalkan onstream pada kuartal II-2026.

 "Semua proyek sudah berjalan dan melalui pendekatan yang disiplin dan terukur, ucap Iwan.

Adapun, pada tahun ini Medco menargetkan produksi antara 165.000—170.000 barel setara minyak per hari pada 2026, menandakan tingkat produksi migas tertinggi perseroan sepanjang masa.

Adapun, MEDC mencatat produksi sepanjang tahun lalu sebesar 156.000 boepd yang ditopang oleh proyek baru di Blok B Natuna serta peningkatan kepemilikan operasi di PSC Corridor menjadi 70%.

Sementara itu, produksi migas sempat mencapai puncaknya sebesar 178 mboepd dan rata-rata 176.000 boepd selama kuartal IV-2025.

Sekadar catatan, Medco mencatat laba bersih sebesar US$100,92 juta atau sekitar Rp1,68 triliun sepanjang 2025.

Torehan laba bersih itu anjlok 72,5% dibandingkan dengan posisi laba tahun sebelumnya sebesar US$367,35 juta atau sekitar Rp5,92 triliun.

Mengutip laporan keuangan perseroan, emiten kongsi Keluarga Panigoro dan Grup Salim itu mencatat pendapatan sebesar US$2,39 miliar pada 2025, relatif stagnan dari capaian tahun sebelumnya.

Sementara itu, jumlah beban pokok pendapatan dan biaya langsung lainnya mencapai US$1,45 miliar.

Sebagian besar beban itu berasal dari pos penyusutan, deplesi dan amortisasi mencapai US$547,5 juta, biaya produksi dan lifting sebesar US$470,48 juta dan biaya pembelian minyak mentah sebesar US$303,97 juta.

Hanya saja, pendapatan MEDC sepanjang 2025 belakangan ditekan kerugian penurunan nilai aset yang signifikan sebesar US$128,78 juta atau sekitar Rp2,14 triliun.

Kerugian penurunan nilai aset itu naik sekitar 3 kali lipat dari posisi kerugian impairment tahun sebelumnya sekitar US$29,45 juta.

(azr/wdh)

No more pages