Trump Bertemu Jinping Jadi Kesempatan AS-China Nego Tarif Migas
News
14 May 2026 11:00

Bloomberg, Saat para pemimpin dari dua ekonomi terbesar dunia bertemu di Beijing, pelaku pasar di sektor energi akan mengamati secara cermat setiap terobosan dalam perselisihan yang telah mengubah arus pasokan bahan bakar global: tarif yang dikenakan China terhadap minyak dan gas AS.
Tak lama setelah Presiden Donald Trump mengumumkan tarif besar-besaran pada Februari tahun lalu, Beijing membalas dengan mengenakan bea masuk pada energi AS — 15% untuk gas alam cair (LNG) dan 10% untuk minyak mentah. Akibatnya, impor kedua bahan bakar tersebut terhenti hampir seketika.
Secara teori, AS dan China sejatinya menjadi mitra energi alami. AS adalah eksportir LNG terbesar di dunia dan produsen minyak teratas, sementara China adalah pembeli terbesar.
Kini, krisis di Timur Tengah mungkin mengubah perhitungan. Penutupan Selat Hormuz telah mengganggu sekitar seperlima ekspor minyak dan gas laut global, mendorong harga naik.
Khusus untuk LNG, China terpaksa mengurangi impor secara drastis akibat gangguan pasokan dari Qatar, yang menyumbang sekitar 30% dari pengirimannya tahun lalu. Hal ini dapat membuka peluang bagi bahan bakar AS untuk mengisi sebagian celah tersebut.





























