Pakar: Hantavirus Belum Menunjukkan Tanda Mutasi Lebih Menular
News
14 May 2026 08:15

Marthe Fourcade - Bloomberg News
Bloomberg, Virus pernapasan yang memicu wabah mematikan di sebuah kapal pesiar belum menunjukkan tanda-tanda bermutasi menjadi lebih menular. Meski demikian, pakar dari Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC) memperingatkan bahwa kasus baru di antara mantan penumpang kemungkinan masih akan muncul dalam beberapa pekan ke depan.
Andreas Hoefer, pakar mikrobiologi dan epidemiologi molekuler ECDC, menjelaskan bahwa genom hantavirus tersebut telah berhasil diurutkan. Hasilnya menunjukkan kemiripan dengan varian yang pernah memicu wabah di Amerika Selatan. Lembaga kesehatan publik Uni Eropa menduga di sanalah penumpang pertama terinfeksi sebelum naik ke kapal ekspedisi Hondius dan menyebarkan patogen tersebut.
"Saat ini tidak ada data yang menunjukkan bahwa virus ini berperilaku berbeda dalam hal kemampuan penularan maupun tingkat keparahan," ujar Hoefer dalam pengarahan pada Rabu waktu setempat. "Semua urutan genom yang ditemukan hingga saat ini hampir identik."
Para penumpang telah dipulangkan ke negara asal mereka awal pekan ini melalui serangkaian prosedur yang beragam. Hal ini mencerminkan adanya ketidakpastian mengenai bagaimana varian Andes dari hantavirus ini menyebar. Meski otoritas kesehatan menegaskan risiko bagi masyarakat luas tetap rendah, tingkat penularan pasti serta kemungkinan seseorang menularkan virus sebelum gejala muncul masih belum sepenuhnya dipahami.


























