Data IHP ini kemungkinan besar akan memperkuat pandangan para pejabat Federal Reserve (The Fed) bahwa inflasi harus tetap menjadi perhatian utama di tengah lonjakan harga minyak akibat perang yang mulai berdampak ke sektor ekonomi lainnya.
“Laporan ini akan membunyikan alarm di The Fed dan menambah panas perdebatan politik mengenai daya beli,” ujar Carl Weinberg, kepala ekonom di High Frequency Economics. “Data ini menunjukkan bahwa kenaikan harga energi memang benar-benar 'merembet' ke harga inti di tingkat produsen.”
Laporan IHP menunjukkan harga barang, termasuk bahan bakar, mengalami kenaikan tertinggi sejak 2022. Biaya energi melonjak 7,8% pada April setelah kenaikan yang bahkan lebih besar pada bulan sebelumnya.
Biaya sektor jasa naik 1,2%, tertinggi dalam empat tahun. Harga untuk jasa transportasi dan pergudangan—kategori yang telah diwaspadai oleh para peramal ekonomi sebagai sektor yang paling sensitif terhadap konflik—melonjak 5%. Kenaikan ini didorong oleh sektor truk dan tingginya margin di pengecer bahan bakar.
Bahkan, biaya pengiriman barang menggunakan truk melonjak 8,1%, rekor tertinggi dalam data yang ditarik sejak tahun 2009. Margin bagi grosir mesin dan peralatan juga naik secara substansial.
Beberapa komponen PPI ini sangat diperhatikan karena menjadi masukan bagi indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE), yang merupakan tolok ukur inflasi pilihan The Fed. Kategori-kategori tersebut menunjukkan hasil beragam pada April. Tarif angkutan udara dan biaya kesehatan naik, namun biaya pengelolaan portofolio menurun. Biro Analisis Ekonomi dijadwalkan merilis data PCE April pada 28 Mei mendatang.
Meskipun pasar tenaga kerja masih menunjukkan momentum, sentimen konsumen saat ini berada pada titik terendah dalam sejarah. Selain itu, upah riil yang disesuaikan dengan inflasi terus turun, yang dapat memukul pengeluaran rumah tangga—dan pertumbuhan ekonomi—di akhir tahun ini. Pejabat The Fed telah mengisyaratkan bahwa bank sentral kemungkinan besar tidak akan menurunkan suku bunga dalam waktu dekat.
Ukuran IHP lainnya juga menunjukkan tekanan inflasi yang persisten di tahap awal proses produksi. Biaya barang olahan untuk permintaan menengah meningkat 5,6% dalam dua bulan terakhir, kenaikan terbesar dalam lima tahun. Bahkan dengan mengecualikan makanan dan energi, harga barang olahan tetap mengalami percepatan pada bulan April.
(bbn)



























