Inflasi AS Melonjak, Bursa Asia Bersiap Dibuka Melemah
News
13 May 2026 06:33

Rob Verdonck - Bloomberg News
Bloomberg, Bursa saham Asia diprediksi akan dibuka melemah pagi ini menyusul koreksi di Wall Street. Menguatnya dolar AS dan jatuhnya harga obligasi menjadi sorotan setelah data inflasi terbaru menunjukkan dampak nyata dari gangguan energi akibat perang di Iran.
Kontrak berjangka (futures) indeks saham menunjukkan pergerakan turun di Sydney dan Tokyo, sementara bursa Hong Kong diperkirakan dibuka stagnan. Di pasar Asia pagi ini, kontrak berjangka AS terpantau stabil setelah indeks S&P 500 tergelincir dari rekor tertingginya akibat aksi jual pada saham-saham sektor semikonduktor.
Kenaikan indeks harga konsumen (IHK) inti AS yang lebih cepat dari perkiraan telah memicu lonjakan imbal hasil (yield) Treasury. Para pelaku pasar kini mulai meningkatkan taruhan bahwa Federal Reserve (The Fed) akan menaikkan suku bunga pada tahun 2027. Sementara itu, harga minyak mentah AS tidak banyak berubah di awal perdagangan Asia setelah melonjak lebih dari 4% pada hari Selasa.
Laju penguatan saham yang sempat melonjak dari titik terendah akibat perang mulai menunjukkan tanda-tanda jenuh beli, terutama pada kelompok perusahaan teknologi. Lonjakan hampir 70% pada saham produsen cip hanya dalam enam minggu memicu seruan untuk melakukan koreksi, di saat konflik Iran mengancam pertumbuhan ekonomi dan memicu inflasi.




























