Analis: Panda Bond Bisa Perkuat Pembiayaan, Waspada Currency Risk
Redaksi
13 May 2026 09:30

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pemerintah berencana menerbitkan Panda Bonds sebagai opsi pendanaan di tengah lemahnya nilai tukar rupiah terhadap US Dolar. Surat utang dengan denominasi yuan ini rencananya akan memiliki yield yang cukup rendah yakni di kisaran 2,3% sampai 2,5%.
Handy Yunianto, Head of Fixed Income Research Bank Mandiri mengatakan bahwa tahun 2026 menjadi tahun yang menantang bagi pemerintah untuk menerbitkan obligasi secara gross yang cukup besar.
Ia melihat bahwa salah satu cara untuk memitigasi risiko crowding out adalah mencoba menerbitkan porsi global bonds yang lebih besar.
“Dan menurut saya sih dengan rencana pemerintah menerbitkan panda bonds tentu ini juga langkah yang strategis untuk bisa mendiversifikasi sumber pembiayaan dari sisi globalnya. Kalau dulu kan selalu tergantung USD, Euro, Japanese Yen gitu ya,” kata Handy, dikutip Selasa (12/5/2026).
Handy bilang, Panda Bonds menjadi salah satu strategi pemerintah untuk melakukan diversifikasi setelah sebelumnya pemerintah sempat menerbitkan dim sum bonds dan juga kangaroo bonds.






























