Logo Bloomberg Technoz

“Yang saya menarik adalah ada satu proyek pipanisasi gas yang dari Sumatra ke Jawa itu. Di tengah-tengah masih ada yang belum dibiayai, jadi kita dibiayai itu,” ujarnya. 

Bendahara Negara tersebut menjelaskan nantinya jaringan pipa gas tersebut akan tersambung dari Pulau Sumatra ke Jawa. Bahkan ketika lapangan gas di Andaman rampung, blok gas tersebut juga dapat langsung mentransmisikan ke Pulau Sumatra dan Jawa sekaligus.

“Nanti kalau jadi yang field Andaman selesai, itu bisa ditransfer gasnya dari sana langsung ke Sumatra dan Jawa sekaligus. Itu suatu proyek yang bagus sekali, saya pikir,” tutur Purbaya.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memang tengah mempercepat pembangunan jaringan pipa Dumai—Sei Mangkei (Dusem), usai pembangunan jaringan pipa Cirebon—Semarang (Cisem) tahap 2 telah rampung.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman menargetkan pembangunan Dusem dapat rampung pada 2027, setelah itu pada 2028 jaringan pipa tersebut mulai mengaliri gas bumi.

Dia mengungkapkan pipa di jaringan tersebut bakal dibangun sepanjang 541 kilometer (KM), dengan diameter pipa sekitar 21 inci.

“[Pembangunan Dusem] 2027 harus selesai, karena 2028 sudah harus ada uji coba pengaliran,” kata Laode Onshore Receiving Facility (ORF) Batang, Rabu (18/3/2026). 

Laode membeberkan proyek pipa gas tersebut bakal memakan biaya investasi di atas Rp6 triliun.

Dalam waktu dekat, kata dia, tahapan pengelasan pipa perdana bakal dilakukan. Setelah itu, proses pembangunan bakal dilakukan.

“Setelah pengelasan pertama baru proses pembangunan. Kita juga strateginya sama dibagi beberapa ruas, ini kan lebih luas lagi 541 km dan harus cepat,” tegasnya.

(mfd/ros)

No more pages