Amman Ramal Dunia Defisit Tembaga pada 2029, Jadi Peluang Buat RI
Azura Yumna Ramadani Purnama
13 May 2026 11:20

Bloomberg Technoz, Jakarta – PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) memprediksi pasokan tembaga dunia bakal lebih rendah rendah dari permintaannya mulai 2029, dengan proyeksi permintaan tembaga tumbuh rata-rata sekitar 4% per tahun.
Presiden Direktur AMNT Rachmat Makkasau, mengutip kajian Wood Mackenzie, memprediksi total konsumsi tembaga global terus meningkat hingga mendekati 50 juta ton pada 2050.
Sebaliknya, produksi tambang eksisting justru menunjukkan tren penurunan dalam jangka panjang
Rachmat mengungkapkan kesenjangan antara pasokan dan permintaan diperkirakan mulai terlihat sekitar 2029. Tambahan pasokan dari proyek-proyek baru, pemanfaatan tambang brownfield, maupun peningkatan penggunaan scrap dinilai belum cukup untuk sepenuhnya menutup kebutuhan global.
“Dengan pertumbuhan permintaan tembaga rata-rata 4% per tahun, sekitar 2029 produksi tembaga akan jauh berada di bawah kebutuhan dunia. Jadi ini menjadi sangat krusial,” kata Rachmat dalam MetConnex 2026, Selasa (12/5/2026).



























