Bank Mandiri Ramal Ekonomi Q2-2026 Tumbuh Melandai 5,1%-5,5%
Mis Fransiska Dewi
12 May 2026 09:20

Bloomberg Technoz, Jakarta - Tim Ekonom Bank Mandiri memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mengalami perlambatan atau melandai pada kuartal II-2026 di kisaran 5,1%-5,5%. Hal ini disebabkan oleh hilangnya momentum musiman Ramadan dan Idulfitri yang sebelumnya menjadi mesin utama pendorong pertumbuhan pada kuartal pertama tahun ini.
“Peluang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga di kisaran 5,1% sampai 5,5% di kuartal II 2026 ini,” kata Head of Macroeconomic & Financial Market Research Departemen Bank Mandiri Dian Ayu Yustina dalam media briefing secara virtual, Senin (11/5/2026).
Dian menjelaskan ekonomi RI berhasil tumbuh impresif di level 5,61% pada kuartal I-2026 berkat tingginya konsumsi rumah tangga selama hari besar keagamaan. Namun, untuk kuartal II-2026, laju pertumbuhan diperkirakan terkoreksi.
“Artinya pertumbuhan di kuartal II-2026 mungkin akan melandai tetapi kami melihat masih ada dukungan dari berbagai kebijakan baik dari sisi moneter, makroprudensial, maupun fiskal yang sifatnya akomodatif, ini harusnya bisa menopang pertumbuhan ke depan,” ucap Dian.
Dian menyebutkan sejumlah indikator ekonomi seperti penjualan ritel, mulai menunjukkan tanda-tanda perlambatan. Selain itu, faktor ketidakpastian global turut membayangi persepsi dan tingkat kepercayaan diri (confidence) masyarakat dalam berbelanja.






























