Logo Bloomberg Technoz

KSSK: Awal Q2-2026, Aliran Modal Asing Mulai Masuk via SRBI & SBN

Redaksi
08 May 2026 06:40

Konfrensi pers hasil rapat berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Bank Indonesia, Kamis (7/4/2026). (Bloomberg Technoz/Miss Fransiska)
Konfrensi pers hasil rapat berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Bank Indonesia, Kamis (7/4/2026). (Bloomberg Technoz/Miss Fransiska)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menyampaikan pasar obligasi negara sempat mengalami tekanan pada kuartal I 2026, namun kembali membaik pada awal kuartal kedua tahun ini.

Selama triwulan I 2026, investasi portofolio asing mengalami aliran modal keluar atau net outflows sebesar US$1,7 miliar, dipengaruhi oleh aliran keluar modal asing akibat ketidakpastian pasar keuangan global yang tinggi dipicu konflik Timur Tengah

Pada awal kuartal II hingga 30 April 2026, aliran modal asing mencatat aliran modal masuk atau net inflows sebesar US$3,3 miliar, terutama pada Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan Surat Berharga Negara (SBN) yang didorong peningkatan imbal hasil pada kedua instrumen. 


Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebutkan tekanan pada pasar obligasi global disebabkan sentimen pelepasan aliran modal atau risk- off investor atas ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah yang berdampak pada kenaikan harga minyak dunia dan berimplikasi pada kenaikan inflasi global. 

"Sentimen ini berdampak pada kenaikan yield surat utang secara global," ujar Purbaya dalam konferensi pers, Kamis (7/5/2026).