Kalender Ekonomi: Pertemuan Trump-Xi & Data Inflasi Jadi Fokus
Redaksi
11 May 2026 08:05

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ekonomi global pekan ini dibayangi kombinasi perlambatan aktivitas dan tekanan inflasi yang masih tinggi, terutama akibat dampak perang Iran terhadap harga energi dan rantai pasok global. Fokus pasar tertuju pada data inflasi Amerika Serikat (AS), China, dan India yang akan menjadi penentu arah kebijakan bank sentral ke depan.
Selain itu, perhatian investor global pekan ini juga akan tertuju pada pertemuan berisiko tinggi antara Presiden AS Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping, di tengah meningkatnya fokus investor terhadap transisi kepemimpinan Federal Reserve (The Fed).
Di AS, pasar semakin yakin The Fed belum akan memangkas suku bunga dalam waktu dekat setelah data tenaga kerja April kembali melampaui ekspektasi. Data payroll AS naik solid untuk bulan kedua berturut-turut, meski tingkat pengangguran ikut meningkat menjadi 4,34% dari 4,26%, menandakan pasar tenaga kerja mulai menunjukkan kerentanan.
Sorotan utama pekan ini adalah data Consumer Price Index (CPI) alias inflasi AS April yang dirilis Selasa. Bloomberg Economics memperkirakan inflasi bulanan melambat menjadi 0,6% dari 0,9% pada Maret, tetapi masih tergolong sangat panas. Inflasi tahunan diperkirakan bertahan di 3,7%, sementara inflasi inti diproyeksikan naik menjadi 2,7% secara tahunan dari 2,6%.
Kenaikan harga energi akibat konflik Iran masih menjadi faktor utama tekanan inflasi global. Harga bensin di AS diperkirakan naik sekitar 7% pada April setelah melonjak 21% pada Maret. Dampaknya mulai terasa pada harga tiket pesawat, biaya transportasi, hingga harga impor.





























