Logo Bloomberg Technoz

Biaya Misi Hormuz AS Melonjak, Jalur Selat Tetap Lumpuh Total

News
12 May 2026 10:00

Lalu Lintas Tanker di Hormuz Kembali Macet Total (Foto: Diolah dari Berbagai Sumber)
Lalu Lintas Tanker di Hormuz Kembali Macet Total (Foto: Diolah dari Berbagai Sumber)

Gerry Doyle - Bloomberg News

Bloomberg, Selama kemelut di Selat Hormuz belum menemui titik terang, Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) harus menanggung biaya ekstra jutaan dolar setiap kali mengirim kapal perusak melewati jalur tersebut. Namun, pengerahan kekuatan militer ini dinilai tidak cukup kuat untuk membuka kembali jalur pelayaran internasional tersebut.

Setiap pelayaran kapal perang AS kini dipenuhi risiko tinggi, dengan pengawalan ketat jet tempur dan helikopter, serta protokol pengawasan berlapis. Jika kapal-kapal tersebut harus mempertahankan diri dari serangan Iran—seperti yang dialami tiga kapal perang pada hari Kamis lalu—biayanya akan melonjak drastis karena penggunaan rudal pertahanan yang harganya bisa mencapai US$6 juta per unit (sekitar Rp104 miliar).


Meskipun biaya operasional harian telah tercakup dalam anggaran pertahanan tahun ini, pengawalan berulang terhadap kapal komersial keluar-masuk Teluk diprediksi akan menambah beban miliaran dolar. Pentagon mencatat biaya konflik ini telah menyentuh angka US$25 miliar (sekitar Rp436 triliun), meski banyak pihak menilai angka tersebut terlalu rendah.

Thane Clare, purnawirawan kapten Angkatan Laut AS sekaligus peneliti senior di Center for Strategic and Budgetary Assessments, menyatakan bahwa pengerahan kapal perang saja tidak akan mampu membuka jalur bagi lebih dari 1.500 kapal komersial yang saat ini terjebak di Teluk Persia.