Danantara Masuk GOTO, Pandu: Kami Ingin Untung
Sabrina Mulia Rhamadanty
11 May 2026 18:15

Bloomberg Technoz, Jakarta - Chief Investment Officer (CIO) di Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) Pandu Sjahrir menyebut, masuknya Danantara sebagai pemilik saham kurang dari 1% dalam PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) bertujuan untuk mendapatkan cuan.
“Kami sudah mengikuti pembicaraannya Pak Rosan minggu lalu, kami sudah masuk juga. Tapi nanti kami lihat bagaimana perkembangan investasinya, karena kami, kan, melihatnya secara fundamental saja kalau dari sisi investment, kami ingin untung,” ungkap Pandu di kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Senin (11/05/2026).
Lebih lanjut, Pandu bilang pihaknya masih akan melihat potensi penambahan saham Danantara di GOTO selanjutnya. “Belum kami pertimbangkan berapa levelnya, tapi kami akan lihat nanti situasinya,” imbuh Pandu.
Sebelumnya, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menyebut Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) telah membeli sejumlah saham Perseroan melalui Bursa dalam jumlah kurang dari 1%.
“Kami memahami bahwa Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) telah membeli sejumlah saham Perseroan melalui Bursa dalam jumlah kurang dari 1% dari saham yang diterbitkan oleh Perseroan,” ungkap Corporate Secretary GoTo R.A Koesoemohadiani sebagaimana dirilis dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (5/5/2026),
Koesoemohadiani menambahkan, pihaknya menyambut baik investasi tersebut, sebagaimana juga investasi dari seluruh pemangku kepentingan lainnya, sebagai cerminan kepercayaan yang berkelanjutan terhadap fundamental usaha, kinerja, serta prospek jangka panjang Perseroan.
“Kepercayaan tersebut menjadi dorongan positif bagi Perseroan untuk terus menjalankan kegiatan usaha secara berkelanjutan, profesional, dan terus berlandaskan pada tata kelola perusahaan yang baik,” tambahnya.
Sayangnya, GOTO tidak dapat menyampaikan secara detail mengenai daftar pemilik saham lainnya dengan persentase di bawah 1% sampai dengan 5% karena bersifat privat.
“Sementara itu, informasi publik mengenai pemegang saham di atas 1% sampai dengan 5% tersebut dapat diakses oleh masyarakat melalui pengumuman yang dilakukan oleh PT Kustodian Sentral Efek Indonesia yang tersedia pada situs web Bursa Efek Indonesia,” ungkapnya.































