Logo Bloomberg Technoz

Kena Badai Kelangkaan Memori, Pasar HP Tetap Naik ke Rp2.034 T

Merinda Faradianti
06 May 2026 16:35

Pengujung toko Apple saat perilisan perdana iPhone 17. dok: Kena Betancur/Bloomberg
Pengujung toko Apple saat perilisan perdana iPhone 17. dok: Kena Betancur/Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pasar HP smartphone global mencatatkan pertumbuhan 8% yoy secara industri pada kuartal I-2026 meski terjadi tekanan volume pengiriman. Pendapatan pada awal kuartal tercatat US$117 miliar (setara dengan Rp2.034 triliun) meski shipment share secara global turun akibat krisis memori DRAM, mengutip laporan terbaru Counterpoint Research Rabu (6/5/2026).

“Kuartal pertama tahun 2026 mencerminkan transisi struktural, karena kendala memori dan biaya komponen yang tinggi mendorong kenaikan harga, dan memaksa OEM untuk merasionalisasi portofolio, terutama di segmen entry-level dan menengah," tulis Analis Senior, Shilpi Janin.

“Pada saat yang bersamaan, permintaan di segmen HP premium solid, didukung siklus upgrade lebih kuat, pembiayaan, dan program tukar tambah, telah membantu mempertahankan pengiriman dengan nilai yang lebih tinggi,” tambahnya. 

Sementara itu, penurunan pengiriman hp dipicu utamanya oleh kekurangan chip DRAM dan NAND yang mengganggu pasokan dan menaikkan biaya bagi produsen. Tingginya harga energi, lonjakan biaya logistik, diikuti ketegangan di Timur Tengah makin melemahkan sentimen konsumen dan mendorong minat terhadap perangkat bekas.

Catatan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) HP global melonjak 12% secara yoy, didorong oleh kuatnya permintaan terhadap perangkat premium.

Apple Dominasi Pendapatan dan Pertumbuhan

CEO Apple Tim Cook menandatangani kotak iPhone seri terbaru di Fifth Avenue, New York, AS. Kena Betancur/Bloomberg

Apple menjadi pemain yang paling diuntungkan dari tren premiumisasi ini. ASP Apple meningkat 11% secara yoy berkat tingginya permintaan terhadap iPhone 17 dan iPhone 17 Pro Max. Apple memimpin pasar HP global untuk pertama kalinya dalam sebuah periode kuartal pertama, meraih pangsa pasar 21% dengan pertumbuhan 5% dibanding tahun lalu.

Dalam laporan yang sama menunjukkan bahwa permintaan kuat terhadap seri iPhone 17, dikombinasikan dengan program tukar tambah yang agresif dan manajemen rantai pasok yang cermat, menjadi pendorong utama kinerja tersebut.

“Tidak seperti para pesaingnya, Apple sebagian besar mempertahankan harga yang stabil meskipun biaya BOM [harga komponen dasar] meningkat, yang mencerminkan kemampuannya untuk menyerap tekanan biaya dan tetap terlindungi dari krisis memori, yang membantu memperkuat posisi kompetitifnya selama kuartal tersebut,” tulis Direktur Riset Jeff Fieldhack.

Dalam hal pangsa pendapatan global, HP Samsung mengamankan posisi kedua dengan meraup 18% dari total pendapatan industri, dengan ASP sebesar US$399 dan pangsa pengiriman global 21%.

Toko Xiaomi di Beijing, China. dok: Na Bian/Bloomberg

Sebaliknya, Xiaomi mencatatkan penurunan paling tajam di antara lima besar merek smartphone pada Q1 2026, dengan pengiriman HP anjlok 19% yoy dan pendapatan terpangkas 18% dalam periode yang sama.

OPPO dan vivo masing-masing menempati peringkat keempat dan kelima pada kuartal pertama tahun 2026, berdasarkan pendapatan. Selama kuartal tersebut, ASP OPPO naik 3% yoy sementara ASP vivo tumbuh 10% yoy.