Logo Bloomberg Technoz

 

Beberapa media internasional menyebut insiden itu sebagai contoh nyata meningkatnya risiko integrasi AI dengan sistem keuangan otomatis. 

Menurut laporan The Economic Times, pelaku bahkan lebih dulu mengirim NFT ke wallet Grok untuk memperluas izin akses bot dalam sistem perdagangan otomatis Bankrbot sebelum eksploitasi dilakukan.

Dana yang berpindah mencapai sekitar 3 miliar token DRB. Sebagian aset dilaporkan sempat dijual menjadi USDC dan Ether melalui sejumlah wallet berbeda sebelum akhirnya komunitas kripto melacak aktivitas transaksi tersebut.

Risiko Bahaya Baru AI 

Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong menilai insiden tersebut menunjukkan lemahnya kontrol keamanan pada AI agent yang diberi akses terhadap dompet kripto.

“Pengguna memanfaatkan sandi Morse untuk menyisipkan instruksi tersembunyi yang diproses oleh Grok, lalu diteruskan ke bot lain yang memiliki akses ke dompet kripto, sehingga terjadi transfer token tanpa verifikasi tambahan yang memadai,” terang Lukman.

Di komunitas keamanan siber global, serangan seperti ini mulai disebut sebagai agentic exploit, bentuk baru eksploitasi terhadap AI otonom yang mampu mengambil keputusan dan menjalankan aksi secara otomatis.

Insiden yang sama juga memperkuat kegelisahan bahwa integrasi AI dengan layanan finansial dapat membuka celah keamanan baru jika model AI diberi akses langsung ke wallet dan sistem transaksi tanpa batasi berupa validasi manusia.

(mef/wep)

No more pages