Logo Bloomberg Technoz

Sentimen AI Dorong Bursa Asia Saat Harga Minyak Dunia Melonjak

News
11 May 2026 08:50

Ilustrasi aktivitas pekerja pada perdagangan bursa Asia. (Dok Bloomberg)
Ilustrasi aktivitas pekerja pada perdagangan bursa Asia. (Dok Bloomberg)

Anand Krishnamoorthy - Bloomberg News

Bloomberg, Bursa saham Asia dibuka menguat pada perdagangan Senin (11/05/2026) seiring para pelaku pasar yang melipatgandakan investasi pada sektor kecerdasan buatan (AI). Investor tampak mengabaikan ketegangan di Timur Tengah, bahkan setelah Donald Trump menolak tanggapan Iran atas proposal penghentian perang terbaru. Di sisi lain, harga minyak mentah melonjak.

Indeks ekuitas Asia MSCI naik 1%, dipimpin oleh Korea Selatan—yang menjadi kiblat investasi AI—dengan lonjakan hingga 5% ke rekor tertinggi. Momentum sektor ini tetap kuat setelah indeks semikonduktor Philadelphia mencapai level tertinggi sepanjang masa pada akhir pekan lalu. Namun, Nintendo Co justru anjlok 9% di Tokyo setelah perkiraan kinerjanya berada di bawah ekspektasi pasar.


Meski investor masih optimistis terhadap saham teknologi, perkembangan terbaru di Timur Tengah tetap membebani pasar secara keseluruhan. Harga minyak Brent naik 3,6% mendekati US$105 per barel dan kontrak berjangka indeks S&P 500 turun 0,1% setelah Trump menolak proposal Iran, yang memperpanjang penutupan efektif Selat Hormuz. Kenaikan harga minyak memicu kekhawatiran inflasi dan menekan pasar obligasi, dengan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik tiga basis poin menjadi 4,39%.

Dolar AS, yang menjadi aset safe haven utama selama konflik Timur Tengah berlangsung, menguat terhadap seluruh mata uang negara-negara G-10.

Grafik MSCI global. (Sumber: Bloomberg)