Logo Bloomberg Technoz

Harga Minyak Melonjak usai Trump Tolak Proposal Damai Iran

News
11 May 2026 07:00

Ilustrasi harga minyak. (Bloomberg)
Ilustrasi harga minyak. (Bloomberg)

Yongchang Chin - Bloomberg News

Bloomberg, Harga minyak dunia melonjak tajam setelah Presiden AS Donald Trump menolak respons terbaru Iran atas proposal penghentian perang di Timur Tengah. Keputusan ini memperpanjang ketidakpastian atas penutupan jalur vital Selat Hormuz yang telah melumpuhkan distribusi energi global.

Minyak mentah jenis Brent melesat hingga 3,5% ke level US$104,80 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) merangkak naik mendekati US$99. Melalui unggahan di media sosial, Trump menyebut respons Teheran "SAMA SEKALI TIDAK BISA DITERIMA". Penolakan ini terjadi di tengah upaya kedua belah pihak mempertahankan gencatan senjata yang rapuh setelah serangkaian eskalasi baru-baru ini.


Kondisi Selat Hormuz yang nyaris tertutup sejak perang meletus pada akhir Februari telah menghambat pasokan minyak mentah, gas alam, dan bahan bakar ke pasar global. Badan Energi Internasional (IEA) menyebut konflik ini memicu guncangan pasokan terbesar dalam sejarah.

Laporan Wall Street Journal menyebutkan bahwa Teheran menawarkan untuk memindahkan sebagian stok uranium yang diperkaya ke negara ketiga, namun dengan tegas menolak pembongkaran fasilitas nuklirnya. Di sisi lain, kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, membantah laporan tersebut.