Pelemahan Rupiah
Agusman juga menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berpotensi memengaruhi permintaan pembiayaan kendaraan pada perusahaan multifinance terutama melalui penyesuaian harga kendaraan yang memiliki komponen impor.
Dalam menyikapi hal tersebut, dia menyebut perusahaan pembiayaan perlu memperkuat manajemen risiko, menjaga prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan, serta menyesuaikan strategi bisnis secara adaptif agar tetap menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kualitas pembiayaan.
Dia menjelaskan pelemahan rupiah juga dapat berdampak pada profil risiko perusahaan pembiayaan, terutama apabila memengaruhi kemampuan bayar debitur, sehingga perlu diantisipasi antara lain melalui penguatan monitoring dan mitigasi risiko.
Sejalan dengan hal tersebut, perusahaan pembiayaan cenderung akan lebih selektif dalam menyalurkan pembiayaan guna menjaga kualitas portofolio.
Sementara itu, bagi industri modal ventura, pelemahan nilai tukar rupiah dapat meningkatkan risiko investasi, antara lain terkait eksposur terhadap pendanaan dalam valuta asing.
“Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kinerja laba, namun dengan pengelolaan risiko yang baik, diversifikasi portofolio, serta penguatan tata kelola, industri modal ventura diharapkan tetap mampu menjaga kinerja secara berkelanjutan,” jelas Agusman.
Berdasarkan laporan OJK, pada Maret 2026 industri modal ventura mencatatkan laba sebesar Rp59,31 miliar.
(mfd/ell)
































