Logo Bloomberg Technoz

Di sisi lain, kunjungan wisatawan mancanegara juga tetap tumbuh kuat di tengah situasi geopolitik global, termasuk gejolak di Timur Tengah. Menteri Pariwisata menyebut jumlah wisatawan asing meningkat 8,62% dibandingkan triwulan pertama tahun lalu.

“Dengan pertumbuhan wisatawan dari bermacam negara, terutama Asia Tenggara dan Oceania,” katanya.

Tak hanya wisatawan asing, perjalanan wisatawan nusantara juga mengalami pertumbuhan sebesar 13,14% dibandingkan triwulan pertama tahun lalu. Kenaikan ini ditopang sejumlah momentum libur panjang pada awal tahun seperti Imlek, Nyepi, dan Lebaran yang mendorong mobilitas masyarakat.

Meningkatnya perjalanan domestik tersebut tercermin dari konsumsi hotel dan restoran yang naik 7,38% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Menurut Menteri Pariwisata, hal itu menandakan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global.

“Artinya, pemerintah berhasil menjaga daya beli masyarakat dan ini penting sekali untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujarnya.

Ia menambahkan capaian pada triwulan pertama tahun ini mencerminkan kuatnya industri pariwisata nasional sekaligus meningkatnya kepercayaan global terhadap destinasi wisata Indonesia. Pemerintah pun mengapresiasi seluruh pelaku industri pariwisata yang dinilai berperan besar dalam mendukung pertumbuhan sektor tersebut.

“Terima kasih kepada seluruh pelaku ekosistem pariwisata yang sungguh luar biasa dalam memajukan pariwisata kita,” kata Menteri Pariwisata.

(dec)

No more pages