Logo Bloomberg Technoz

Purbaya: Rupiah Rp17.300/US$ Bukan Sinyal Ekonomi RI Memburuk

Mis Fransiska Dewi
25 April 2026 10:00

Tren penguatan nilai tukar Dolar AS. Bloomberg
Tren penguatan nilai tukar Dolar AS. Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang sempat menyentuh level Rp17.300/US$ bukan merupakan cerminan dari memburuknya kondisi ekonomi domestik. Fondasi ekonomi nasional saat ini masih relatif lebih kuat dibandingkan dengan beberapa negara di kawasan.

Purbaya mengatakan dinamika nilai tukar sejatinya merupakan ranah otoritas moneter untuk menjelaskan lebih terperinci secara teknis. Meski demikian, dia menjamin pemerintah akan tetap fokus menjaga stabilitas fundamental ekonomi agar tetap tangguh menghadapi gejolak global.

“Untuk saya sih ini bukan tanda pemburukan atau dipicu oleh memburuknya ekonomi domestik. Dibanding negara lain kita masih kuat. Bahkan dibanding Malaysia, Thailand, dan lain-lain masih kuat,” kata Purbaya dalam media briefing dikutip Sabtu (25/4/2026). 


”Rupiah itu dipengaruhi kondisi global dan ekspektasi. Noise di dalam negeri itu yang membentuk ekspektasi. Jadi, kita mesti mengendalikan ekspektasi sebetulnya.”

Meski mengakui adanya perbedaan pergerakan mata uang regional—di mana ringgit Malaysia dan baht Thailand sempat menguat terhadap dolar AS sejak awal tahun—Purbaya menilai hal tersebut dipengaruhi faktor teknis global.