Logo Bloomberg Technoz

"Mereka mencoba bermain-main dengan kita hari ini. Kita menyapu bersih mereka," ujar Trump di Washington.

Di sisi lain, komando militer gabungan tertinggi Iran menuduh AS melanggar gencatan senjata dengan menargetkan kapal tanker minyak Iran dan kapal lainnya, serta melakukan serangan udara ke wilayah sipil di Pulau Qeshm serta wilayah pesisir Bandar Khamir dan Sirik. Militer Iran menyatakan mereka membalas dengan menyerang kapal militer AS di timur selat dan selatan pelabuhan Chabahar.

Juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbiya Iran mengeklaim serangan mereka menimbulkan "kerusakan signifikan." Namun, Komando Pusat AS (Centcom) menegaskan tidak ada aset mereka yang terkena hantaman.

Saluran Press TV Iran kemudian melaporkan bahwa setelah baku tembak selama beberapa jam, "situasi di pulau-pulau dan kota-kota pesisir Iran di dekat Selat Hormuz kini telah kembali normal."

Kedua belah pihak sesekali memang terlibat baku tembak sejak gencatan senjata berlaku pada 7 April, di mana Iran kerap menyasar target di negara-negara Teluk, termasuk UEA. Akibat bentrokan terbaru ini, harga minyak melonjak pada perdagangan awal di Asia hari Jumat, dengan minyak mentah Brent melesat di atas US$100 per barel.

Trump Desak Negosiasi Pengakhiran Perang

Trump mengisyaratkan bahwa pembicaraan dengan Teheran tetap berjalan sesuai rencana meskipun terjadi pertempuran pada hari Kamis. "Kami sedang bernegosiasi dengan Iran," katanya kepada media.

Sebelum serangan terbaru ini, AS telah mengajukan proposal untuk mengakhiri konflik secara formal. Namun, proposal tersebut dilaporkan belum menjawab tuntutan utama AS agar Iran menghentikan aktivitas nuklirnya dan membuka kembali selat. Teheran sendiri menyatakan belum mengambil keputusan atas rencana yang muncul tersebut.

Meskipun demikian, Trump mengeklaim bahwa Teheran telah mengakui tuntutannya agar Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir—sebuah larangan yang menurutnya tertuang jelas dalam proposal AS.

"Peluangnya nol. Dan mereka tahu itu, mereka telah menyetujuinya. Mari kita lihat apakah mereka bersedia menandatanganinya," kata Trump.

Ketika ditanya kapan kesepakatan akan tercapai, Trump menjawab, "Mungkin tidak terjadi, tapi bisa terjadi kapan saja. Saya yakin mereka lebih ingin bersepakat daripada saya."

Perang ini telah menguji hubungan Trump dengan basis pendukungnya, mengingat ia berkampanye dengan janji menjauhkan AS dari perang luar negeri dan menurunkan harga bahan bakar. Menurut data American Automobile Association, rata-rata harga bensin di AS telah melonjak lebih dari 40% sejak akhir Februari, naik sekitar US$1,20 per galon menjadi lebih dari US$4, akibat gangguan pengiriman minyak di Selat Hormuz yang melambungkan harga minyak mentah dunia.

(del)

No more pages