Selain di Motaain, BRI juga telah mengembangkan layanan serupa di sejumlah PLBN lain, termasuk di Badau, Kalimantan Utara. Ekspansi ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam memperluas jangkauan layanan hingga ke titik-titik strategis negara.
Secara nasional, BRI mencatat peningkatan signifikan dalam transaksi money changer. Sepanjang tahun 2025, volume transaksi layanan ini tumbuh sebesar 39,7% secara tahunan atau year on year, mencerminkan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan valuta asing yang resmi dan aman.
PLBN Motaain sendiri berlokasi di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Kawasan ini merupakan salah satu simpul penting aktivitas lintas batas negara yang memiliki fungsi terpadu, mulai dari keimigrasian, kepabeanan, karantina, hingga keamanan dan administrasi.
Peran strategis PLBN Motaain menjadikannya sebagai gerbang utama mobilitas dan perdagangan antara Indonesia dan negara tetangga. Oleh karena itu, keberadaan layanan keuangan formal seperti money changer menjadi elemen penting dalam mendukung kelancaran aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.
Peresmian unit kerja ini turut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk Asisten Deputi Potensi Perbatasan Darat Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Brigjen TNI Topri Daeng Balaw, perwakilan BRI, unsur TNI dan Polri, pegawai PLBN, pelaku UMKM, serta masyarakat setempat.
BRI Dorong Ekonomi Perbatasan Lebih Formal dan Inklusif
Dalam kesempatan tersebut, Farida Thamrin menegaskan bahwa layanan money changer di PLBN Motaain tidak berdiri sendiri, melainkan terintegrasi dengan ekosistem layanan BRI secara keseluruhan. Ekosistem ini mencakup layanan transaksi, pembiayaan, hingga pemberdayaan UMKM di wilayah perbatasan.
Integrasi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih produktif, khususnya bagi masyarakat di kawasan perbatasan yang selama ini memiliki akses terbatas terhadap layanan keuangan formal.
“BRI berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan layanan keuangan hingga ke wilayah perbatasan negara guna memperkuat inklusi keuangan dan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Melalui langkah ini, BRI turut berperan dalam mendukung pembangunan kawasan PLBN sebagai garda terdepan ekonomi Indonesia,” pungkasnya.
Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang BRI dalam memperkuat peran sebagai bank yang tidak hanya berfokus pada bisnis, tetapi juga pada pembangunan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Dengan hadirnya layanan di PLBN Motaain, masyarakat kini memiliki akses yang lebih mudah dan aman dalam melakukan transaksi valuta asing secara resmi. Hal ini sekaligus mengurangi ketergantungan pada jalur informal yang berpotensi menimbulkan risiko.
Selain itu, keberadaan layanan ini juga diharapkan dapat meningkatkan aktivitas ekonomi lokal, terutama bagi pelaku UMKM yang beroperasi di kawasan perbatasan. Dengan dukungan sistem keuangan formal, pelaku usaha memiliki peluang lebih besar untuk berkembang dan bersaing.
BRI menegaskan bahwa penguatan layanan di wilayah perbatasan merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung kedaulatan ekonomi nasional. Pendekatan ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat kawasan perbatasan sebagai beranda depan Indonesia.
Ke depan, BRI berencana untuk terus memperluas jangkauan layanan serupa di berbagai titik strategis lainnya. Langkah ini diharapkan dapat semakin memperkuat peran lembaga keuangan dalam mendukung integrasi ekonomi nasional hingga ke wilayah terluar Indonesia.
(tim)





























