Logo Bloomberg Technoz

Cadangan Bijih TINS Sisa 10 Tahun, Eksplorasi Digencarkan

Azura Yumna Ramadani Purnama
03 June 2026 19:20

Ekskavator memuat lapisan tanah penutup ke dalam truk pengangkut di lubang tambang di wilayah operasi PT Timah di Sungai Liat, Pulau Bangka./Bloomberg
Ekskavator memuat lapisan tanah penutup ke dalam truk pengangkut di lubang tambang di wilayah operasi PT Timah di Sungai Liat, Pulau Bangka./Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Timah (Persero) Tbk atau TINS mengungkapkan cadangan bijih timah perseroan mencapai 300.000 ton atau dapat tahan untuk ditambah selama 10–15 tahun.

Oleh sebab itu, perseroan sedang menggencarkan eksplorasi untuk menambah sumber daya dan cadangan bijih timah perseroan.

Direktur Produksi & Komersial TINS Ilhamsyah Mahendra menjelaskan sumber daya timah perseroan saat ini berada di sekitar 800.000 ton, sedangkan cadangan timah berada di sekitar 300.000 ton.


“Saya pikir angka-angka tersebut hanya cukup untuk 10–15 tahun. Kami membutuhkan jauh lebih banyak deposit untuk 100 tahun ke depan,” kata Ilhamsyah dalam Indonesia Critical Mineral Conference, Rabu (3/6/2026).

Ilhamsyah mengungkapkan perseroan sedang menggencarkan eksplorasi, salah satunya dengan memanfaatkan teknologi sistem informasi geografis dan grain counting untuk meningkatkan akurasi dan mempercepat eksplorasi.