Logo Bloomberg Technoz

Harga Timah Terus Melonjak, TINS Agresifkan Produksi & Penjualan

Azura Yumna Ramadani Purnama
04 June 2026 08:10

Ingot timah dibiarkan mengeras di dalam cetakannya di fasilitas pengolahan PT Timah di Mentok, Pulau Bangka./Bloomberg-Dimas Ardian
Ingot timah dibiarkan mengeras di dalam cetakannya di fasilitas pengolahan PT Timah di Mentok, Pulau Bangka./Bloomberg-Dimas Ardian

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Timah (Persero) Tbk atau TINS membidik produksi logam timah di atas target kuartal II-2026, serupa dengan torehan I-2026 yang mencapai 5.630 metrik ton Sn atau naik 82% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 3.095 metrik ton.

Langkah tersebut dilakukan di tengah lonjakan harga timah yang telah menembus di atas US$55.000 per ton di London Metal Exchange (LME).

Begitu juga dengan penjualan, TINS menargetkan penjualan pada kuartal II-2026 serupa dengan torehan kuartal sebelumnya sebesar 6.009 metrik ton atau naik 113% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar 2.824.


“Yang udah rilis Q1 sampai Maret, kita di atas target. Kemudian Q2 hampir sama, jadi ritmenya lagi bagus, harga juga lagi tinggi sekali. Jadi momentumnya harus dimanfaatkan.,” kata Direktur Produksi & Komersial TINS Ilhamsyah Mahendra di sela Indonesia Critical Mineral Conference, Rabu (3/6/2026).

Ilhamsyah belum dapat mengungkapkan apakah produksi dan penjualan sepanjang tahun ini bakal melampaui target yang ditetapkan atau tidak, sebab tantangan operasional umumnya muncul pada semester II.