Logo Bloomberg Technoz

“Oleh karena itu langkah-langkah bersama terus didiskusikan dan sudah dilakukan. Kawan-kawan juga telah mendengar dan juga kami sangat mendukung sekali langkah-langkah yang telah ditempuh dan akan ditempuh,” kata Perry.

Hal ini termasuk respons kebijakan pemerintah terkait dengan 8 butir transformasi budaya kerja yang telah diumumkan pemerintah pada bulan Maret yang lalu yang mencakup beberapa hal seperti Work from Anywhere, Percepatan Transisi Energi Nasional dan program Makan Bergizi Gratis.

Dalam hal ini, Perry juga mengatakan bahwa Bank Sentral juga akan melakukan penguatan bauran kebijakan kami, baik di kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran. 

Kebijakan makroprudensial tetap diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, sementara kebijakan moneter lebih diarahkan untuk menjaga stabilitas dan ketahanan ekonomi Indonesia terhadap dampak global. 

“Dari sisi kebijakan moneter tadi kami sampaikan, kebijakan moneter mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah dan menjaga inflasi tetap dalam sasaran 2,5% plus minus 1%, yaitu dengan meningkatkan intensitas intervensi dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, baik intervensi di offshore NDF [Non-Deliverable Forward] maupun domestic spot maupun di NDF,” kata Perry.

Perry juga mengatakan bahwa Bank Indonesia terus  melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah dengan mempertimbangkan cadangan devisa sebesar US$ 148,2 miliar yang diklaim masih lebih dari cukup untuk memastikan stabilisasi nilai tukar rupiah.

Selain itu, Bank Indonesia juga terus mendorong pertumbuhan uang primer M0 di atas 10 -12% untuk memastikan kecukupan likuditas di pasar uang dan perbankan bagi ekonomi, sejalan dengan kebijakan moneter, ekspansi likuiditas.

(ell)

No more pages