Program Mekaarpreneur telah dilaksanakan di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Keberlanjutan program ini menjadi bukti komitmen PNM dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat prasejahtera.
Inkubasi Bisnis dan Lahirnya Wirausaha Tangguh
Demo Day Mekaarpreneur 2026 menjadi puncak dari rangkaian inkubasi yang telah dimulai sejak Januari 2026. Kegiatan ini menjadi ajang bagi para peserta untuk menunjukkan hasil pengembangan usaha mereka.
Sebelumnya, PNM melakukan seleksi terhadap 60 nasabah Mekaar dari berbagai wilayah. Peserta berasal dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Serang, dan Sukabumi.
Dari proses seleksi tersebut, terpilih 16 peserta terbaik yang berhak melaju ke tahap akhir. Mereka kemudian berkompetisi untuk menunjukkan inovasi dan kemampuan dalam mengembangkan usaha.
Salah satu peserta yang mencuri perhatian adalah Amaliyah Sholihah dari Serang. Ia berhasil meraih Juara 1 dalam kompetisi Mekaarpreneur 2026.
“Ya Allah mimpi apa saya Cuma ibu-ibu dasteran dari Serang yang ngolah sampah bisa menang juara 1, ini sangat bermakna buat saya.” Ujar Amaliyah
Keberhasilan Amaliyah menjadi bukti bahwa program ini mampu membuka peluang bagi pelaku usaha ultra mikro untuk berkembang. Dengan pendampingan yang tepat, usaha kecil dapat tumbuh dan memberikan dampak nyata.
Direktur Bisnis PNM Kindaris menegaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada pembiayaan. Lebih dari itu, PNM juga memastikan nasabah memiliki kemampuan untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
“PNM tidak hanya memberikan akses permodalan, tetapi juga memastikan nasabah memiliki kemampuan untuk mengelola dan mengembangkan usahanya secara berkelanjutan, termasuk melalui pemanfaatan teknologi digital serta dengan adanya kegiatan ini mampu mengembangkan pemasaran usaha nasabah dapat bersaing dan siap ekspor.” Ujar Kindaris.
Selain Amaliyah, sejumlah peserta lainnya juga berhasil meraih penghargaan. Mereka berasal dari berbagai wilayah dengan latar belakang usaha yang beragam.
Untuk wilayah Jakarta dan Bekasi, Yuliana Rosita, Sri Haryanti, dan Dahlia N Simanungkal masing-masing meraih posisi juara. Sementara itu, wilayah Bogor, Depok, dan Sukabumi diwakili oleh Manih, Dian Kartika, dan Rantiyem.
Di wilayah Tangerang dan Serang, Amaliyah Sholihah, Eros Rosita, dan Berlina Sari berhasil menempati posisi juara. Para pemenang ini mendapatkan apresiasi berupa modal usaha.
Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu para pelaku usaha untuk mengembangkan bisnis mereka lebih lanjut. Dengan tambahan modal, mereka memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas pasar.
Program Mekaarpreneur menjadi salah satu upaya strategis PNM dalam menciptakan wirausaha tangguh. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada hasil jangka pendek, tetapi juga keberlanjutan usaha.
Melalui pelatihan dan pendampingan, nasabah didorong untuk memanfaatkan teknologi digital. Hal ini penting untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing produk.
Dengan adanya program ini, pelaku usaha ultra mikro diharapkan mampu naik kelas. Mereka tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang di tengah dinamika ekonomi.
PNM optimistis bahwa penguatan kapasitas usaha akan memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional. Usaha ultra mikro memiliki peran penting sebagai fondasi ekonomi kerakyatan.
Ke depan, program seperti Mekaarpreneur diharapkan dapat menjangkau lebih banyak pelaku usaha. Dengan demikian, semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat dari pemberdayaan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
(tim)
































