Logo Bloomberg Technoz

Peran BRI dalam Penguatan Ultra Mikro Topang Ekonomi Rakyat


(Dok. BRI)
(Dok. BRI)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Di balik geliat usaha kecil yang berkembang di berbagai daerah, terdapat kisah ketekunan yang jarang tersorot. Salah satunya datang dari Nia Anggraini, perempuan asal Purwogondo, Kartasura, yang berhasil membangun usaha produksi tahu sebagai sumber penghidupan utama keluarganya.

Perjalanan Nia tidak dimulai dari dunia wirausaha. Sebelumnya, ia bekerja sebagai tenaga pemasaran dengan rutinitas kerja yang cukup padat. Namun, arah hidupnya berubah ketika ia menjalani cuti melahirkan, sebuah fase yang justru membuka peluang baru yang tidak pernah ia rencanakan sebelumnya.

Di masa tersebut, Nia mulai merintis usaha tahu secara sederhana dari rumah. Awalnya, kegiatan itu hanya untuk mengisi waktu luang. Namun, perlahan usaha kecil tersebut menunjukkan potensi dan mulai berkembang menjadi kegiatan produktif yang menjanjikan.

Seiring waktu, usaha tahu yang dirintisnya semakin dikenal di lingkungan sekitar. Permintaan yang terus meningkat membuat Nia mulai serius mengembangkan usahanya. Dari skala rumahan, ia mulai memperluas produksi dan menjangkau lebih banyak pelanggan.

Sebagai perempuan, Nia menghadapi tantangan yang tidak ringan. Ia harus menjalankan peran ganda sebagai ibu, istri, sekaligus pelaku usaha. Membagi waktu antara keluarga dan proses produksi yang membutuhkan ketelatenan menjadi bagian dari kesehariannya.

Namun, keterbatasan tersebut tidak menghentikan langkahnya. Dengan ketekunan dan disiplin, Nia mampu menjaga konsistensi usahanya. Ia terus belajar dan beradaptasi agar usahanya tetap berjalan di tengah berbagai tantangan.

Dukungan PNM Mekaar dan Ekosistem Ultra Mikro

(Dok. BRI)

Perjalanan usaha Nia semakin berkembang ketika ia mengenal program PNM Mekaar. Ketertarikannya muncul setelah melihat banyak tetangganya merasakan manfaat program tersebut, terutama dalam hal permodalan di masa sulit seperti pandemi COVID-19.

Keputusan untuk bergabung dengan PNM Mekaar menjadi titik penting dalam perjalanan usahanya. Tidak hanya mendapatkan akses pembiayaan, Nia juga merasakan manfaat lain yang tidak kalah penting, yakni perluasan jaringan usaha.

“Yang paling terasa adalah networking yang semakin luas,” ujarnya.

Jaringan yang semakin luas memberikan peluang baru bagi Nia dalam mengembangkan usaha tahu miliknya. Ia dapat memperluas pemasaran sekaligus belajar mengelola usaha dengan lebih baik melalui interaksi dengan sesama pelaku usaha.

Salah satu pengalaman berharga yang ia dapatkan adalah saat terpilih mengikuti Senyum Incubation Program pada tahun 2024. Program ini berlangsung selama empat bulan di Rumah BUMN Yogyakarta dan menjadi ruang pembelajaran intensif bagi para pelaku usaha.

Melalui program tersebut, Nia mendapatkan berbagai pengetahuan baru, mulai dari peningkatan kualitas produk hingga strategi pengembangan bisnis. Dukungan dari sinergi BUMN seperti Pegadaian, BRI, dan PNM turut memperkuat pengalaman tersebut.

Di tengah dinamika usaha, dukungan pembiayaan dari PNM Mekaar menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan bisnisnya. Terutama saat pandemi, ketika aktivitas ekonomi sempat terganggu, dukungan tersebut membantu Nia tetap bertahan.

Kini, usaha tahu yang dirintis sejak 2014 telah berkembang dan dikelola bersama keluarga. Usaha tersebut tidak hanya menjadi sumber pendapatan utama, tetapi juga menopang berbagai kebutuhan rumah tangga, termasuk pendidikan anak.

Bagi Nia, kemandirian finansial memiliki arti yang lebih dari sekadar penghasilan. Ia melihat bahwa perempuan dapat tetap berperan dalam keluarga sekaligus memiliki kontribusi ekonomi yang nyata.

Pandangan tersebut sejalan dengan upaya pemberdayaan dalam ekosistem Holding Ultra Mikro. Sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 1,4 juta debitur PNM berhasil naik kelas, menunjukkan dampak nyata dari program pemberdayaan yang berkelanjutan.

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menegaskan komitmen perseroan dalam mendukung pemberdayaan perempuan melalui sinergi dengan PNM dan Pegadaian.

“BRI bersama PNM dan Pegadaian berkomitmen menghadirkan ekosistem yang terintegrasi, tidak hanya melalui akses pembiayaan, tetapi juga pendampingan dan pemberdayaan yang berkelanjutan. Kami percaya perempuan memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi keluarga dan nasional,” ujarnya.

Ke depan, Nia berharap usahanya dapat terus berkembang dan memiliki lini bisnis yang lebih luas. Ia juga berharap dukungan dari PNM Mekaar dan BRI terus berlanjut untuk membantu lebih banyak perempuan pelaku usaha.

Menutup kisahnya, Nia menyampaikan pesan sederhana namun bermakna bagi perempuan lain yang ingin memulai usaha.

“Usaha yang baik adalah usaha yang dijalankan, bukan hanya yang dipikirkan. Semoga keberuntungan selalu menyertai perempuan yang ingin membantu memperbaiki ekonomi keluarga,” tuturnya.

Kisah Nia Anggraini menjadi gambaran nyata bahwa usaha sederhana dapat berkembang menjadi sumber kekuatan ekonomi keluarga. Lebih dari itu, kisah ini menunjukkan peran penting perempuan dalam mendorong kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi di tingkat akar rumput.